Kominfo Targetkan Perbaikan Kabel Optik di Papua Selesai dalam Sepekan

TOTHEPOINT – Dalam satu pekan ke depan, perbaikan putusnya kabel fiber optik bawah laut pada ruas Biak Jayapura yang terletak di Provinsi Papua dapat selesai. Dengan begitu, pelayanan telekomunikasi dapat dinikmati kembali oleh masyarakat di sana.

“Ini bisa selesai dalam satu minggu ke depan paling lambat, setidaknya di bulan Juni,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny Gerard Plate melalui konferensi pers secara virtual pada Senin (7/6/2021).

Menurut dia, perbaikan yang dilakukan oleh pemangku kepentingan terkait, yakni PT Telkom sudah dilakukan semenjak Mei 2021. Dengan mengerahkan sejumlah alat bantu yang mampu memperbaiki kabel fiber optik bawah laut yang berada di kedalaman 4.050 meter.

Upaya ini memakan waktu yang cukup lama, sebab kondisi kedalaman yang sangat dalam membuat kendala yang cukup serius. Ditambah lagi, faktor alam yang beberapa waktu lalu melanda wilayah laut di sekitar wilayah tempat perbaikan infrastruktur telekomunikasi di atas.

“Membutuhkan peralatan khusus yaitu penggelaran melalui kapal di Indonesia hanya ada empat kapal yang mungkin mampu untuk melakukan penggelaran kabel bawah laut,” tuturnya.

Dirinya optimis, perbaikan yang dilakukan oleh pemangku kepentingan terkait akan segera membuahkan hasil yang manis dalam beberapa hari ke depan. Sehingga, wilayah terdampak yakni, Distrik Abepura di Kota Jayapura, Distrik Sentani di Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Sarmi.

Mengingat, pihaknya juga melakukan koordinasi secara langsung dengan PT Telkom agar memastikan perbaikan kabel fiber optik dapat segera diselesaikan. “Putusnya kabel fiber optik di sana ini tidak menyebabkan gangguan di seluruh Papua. Dalam menangani hal tersebut Kominfo melakukan koordinasi secara terus-menerus dengan PT Telkom,” tuturnya.

Dalam memastikan layanan telekomunikasi tetap dapat dilakukan di wilayah terdampak, maka pihaknya telah melakukan serangkaian upaya yakni pemanfaatan link satelit yang mencapai 2.662 Mbps, Radio Palapa Ring Timur mencapai 500 Mbps, dan radio long haul Sarmi Biak mencapai 1.600 Mbps. Jadi total yang sebanyak 4.700 Mbps.

Diakuinya, memang alternatif telekomunikasi yang dilakukan jauh dari kebutuhan yakni sebesar 154.000 Mbps. Namun, pihaknya akan berusaha seoptimal mungkin dalam menyelesaikan perbaikan di atas dalam kurun waktu beberapa hari ke depan.

“Pemulihan layanan atau selesainya penyambungan kabel ini dapat dilakukan secepatnya,” katanya.(*)