Kodim 1618/TTU Gelar Komsos Cegah Radikalisme dan Separatisme

TOTHEPOINT- Kodim 1618/TTU menggelar kegiatan komunikasi sosial (Komsos) untuk mencegah radikalisme dan separatisme.

Kegiatan yang digelar denga mengusung tema ” Meneguhkan Toleransi Mencegah Radikalisme/Separatisme” ini, dihadiri oleh Kasdim 1618/TTU, Pasi Ter Kodim 1618/TTU,.Babinsa Kodim 1618/TTU, Purnawirawan TNI, Anggota FKPPI Kab TTU dan Anggota Banser Kab TTU.

Dandim 1618/TTU, Letkol Arm Roni Junaidi, S. Sos, saat dihubungi POS-KUPANG.COM, Minggu, 23/05/2021 menjelaskan, kegiatan Komunikasi Sosial mencegah Radikalisme dan Separatisme yang diselenggarakan di Makodim 1618/TTU pada Jumat, 21/05/2021 tersebut untuk menyamakan persepsi tentang radikalisme sebagai suatu paham yang harus dihindari.

Ia mengatakan, merujuk pada pengalaman yang terjadi di beberapa tempat di wilayah Indonesia yang mana beberapa oknum yang menyebarkan paham radikalisme dan membawa dampak buruk, pihaknya berusaha untuk memberikan edukasi tentang paham-paham yang perlu dihindari.

Pasalnya, paham-paham radikalisme tersebut menyebabkan kerugian atau hal-hal yang bersifat merusak, baik di tengah masyarakat maupun di instansi-instansi pemerintahan.

“Karena paham-paham radikal inikan pada umumnya melawan pemerintah, kemudian paham-paham radikal memberikan pengaruh kepada masyarakat hal-hal yang negatif,” ujarnya.

Kegiatan yang digelar denga mengusung tema ” Meneguhkan Toleransi Mencegah Radikalisme/Separatisme” ini, dihadiri oleh Kasdim 1618/TTU, Pasi Ter Kodim 1618/TTU,.Babinsa Kodim 1618/TTU, Purnawirawan TNI, Anggota FKPPI Kab TTU dan Anggota Banser Kab TTU.

Dandim 1618/TTU, Letkol Arm Roni Junaidi, S. Sos, saat dihubungi POS-KUPANG.COM, Minggu, 23/05/2021 menjelaskan, kegiatan Komunikasi Sosial mencegah Radikalisme dan Separatisme yang diselenggarakan di Makodim 1618/TTU pada Jumat, 21/05/2021 tersebut untuk menyamakan persepsi tentang radikalisme sebagai suatu paham yang harus dihindari.

Ia mengatakan, merujuk pada pengalaman yang terjadi di beberapa tempat di wilayah Indonesia yang mana beberapa oknum yang menyebarkan paham radikalisme dan membawa dampak buruk, pihaknya berusaha untuk memberikan edukasi tentang paham-paham yang perlu dihindari.

Pasalnya, paham-paham radikalisme tersebut menyebabkan kerugian atau hal-hal yang bersifat merusak, baik di tengah masyarakat maupun di instansi-instansi pemerintahan.

“Karena paham-paham radikal inikan pada umumnya melawan pemerintah, kemudian paham-paham radikal memberikan pengaruh kepada masyarakat hal-hal yang negatif,” ujarnya.

Menurut Letkol Arm Roni, kegiatan komunikasi sosial pencegahan paham Radikalisme dan Separatisme tersebut dihadiri oleh tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat adat, aparat TNI, ormas dan komponen yang lain.

Hal ini dimaksudkan agar semua komponen masyarakat memahami dampak negatif  tentang paham radikalisme

Orang nomor satu Kodim 1618/TTU ini juga mengimbau kepada seluruh komponen masyarakat untuk segera menginformasikan kepada aparat Babinsa atau Bhabinkamtibmas di wilayah Kabupaten TTU jika melihat orang-orang yang tidak dikenal dan berlagak mencurigakan.

Dengan demikian, pihaknya dapat mengantisipasi jika orang-orang yang tidak dikenal tersebut ternyata menyebarkan paham radikalisme.

Dia berharap, agar dapat terjalin komunikasi yang baik dengan semua komponen masyarakat dengan aparat Kodim 1618/TTU dan Polres TTU terkait pencegahan paham Radikalisme dan Separatisme.

Dengan demikian, melalui pelaksanaan kegiatan tersebut wilayah Kabupaten TTU tetap kondusif.

Kegiatan komunikasi sosial pencegahan paham radikalisme dan Separatisme, lanjut Letkol Arm Roni, merupakan program rutin Kodim 1618/TTU.(*)