Kisah Haru Prada Gilang: Alami Kebutaan Demi Negara

Tothepoint.id- Butuh perjuangan panjang untuk menjadi seorang prajurit TNI. Usai lulus dari pendidikan militer, para pelindung kedaulatan negara itu pun dihadapkan dengan situasi yang sesungguhnya. Nyawa menjadi taruhan.

Kisah Prada Gilang seolah membuktikan hal ini. Saat bertugas, ia mendapatkan insiden hingga membuat dirinya harus kehilangan penglihatan.

Namun, ia tak menyerah. Ada kekuatan yang menjadi motivasinya untuk segera bangkit dan menerima kenyataan.

Tahun 2005 bakal menjadi waktu yang paling diingat Prada Gilang. Baginya, tahun itu merupakan momen dirinya menerima tugas negara hingga mendapatkan cobaan sebagai manusia. Kala itu, ia ditugaskan untuk membuat perumahan untuk korban bencana erupsi Gunung Sinabung.

“Mula-mula saya seperti ini karena tugas dari satuan melalui perintah Presiden ke Panglima langsung ke satuan. Saat itu saya diutus ke Sinabung untuk membantu membuat perumahan untuk pengungsi Gunung Sinabung ya meletus erupsi,” ujarnya dalam kanal YouTube Karya Tv Indonesia.

Tugasnya cukup berat saat itu. Prada Gilang ditugaskan untuk membawa material ke puncak menggunakan mobil khusus. Tak terduga, abu vulkanik Gunung Sinabung justru mengenai tubuh dan wajahnya.

“Pada saat itu saya lagi membawa material ke atas puncak 2005. Saat itu saya berada di atas mobil hardtop, menghadap ke depan, membawa material pas lagi naik ke atas, keluarlah itu debu vulkanik yang lagi erupsi besar. Langsung menghantam ke saya, ke wajah sehingga mata saya itu terkena debu-debu vulkanik tersebut,” ucapnya.

“Pada saat itu saya lagi membawa material ke atas puncak 2005. Saat itu saya berada di atas mobil hardtop, menghadap ke depan, membawa material pas lagi naik ke atas, keluarlah itu debu vulkanik yang lagi erupsi besar. Langsung menghantam ke saya, ke wajah sehingga mata saya itu terkena debu-debu vulkanik tersebut,” ucapnya.

Usai insiden, ia tak langsung mendapatkan pertolongan pertama lantaran tak ada perlengkapan yang memadai. Terpaksa, ia harus menahan rasa sakit yang mengguncang mata hingga tubuhnya kala itu.

Terapi dan perawatan yang dijalani Prada Gilang membuatnya mampu kembali berjalan dan berbicara. Namun, penglihatannya tak juga kunjung pulih. Ia divonis mengalami kebutaan.

“Saya berobat terapi terus saya jalankan Alhamdulillah sudah bisa berjalan dan berbicara. Tapi mata saya ini sudah tidak bisa melihat, karena kata dokter saraf mata saya ini keracunan debu vulkanik,” ceritanya.