Ketua Umum PBNU Usul Jokowi Instruksikan PNS hingga Pengusaha Keluarkan Zakat 2,5 Persen

Tothepoint.id– Said Aqil Siradj Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Utama (PBNU) mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin agar mengintruksikan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pengusaha mengeluarkan zakat sebesar 2,5 persen.

Hal tersebut disampaikan Said dalam pidato sambutannya pada acara puncak Harlah Nahdlatul Ulama (NU) ke-98 secara virtual, Sabtu 27 Februari 2021.

“Saya minta kepada pemerintah presiden, wakil presiden agar menginstruksikan semua pegawai negeri yang Islam, BUMN perusahaan-perusahaan, pengusaha-pengusaha muslim agar mengeluarkan zakat 2,5 persen,” kata Said.

Langkah tersebut menurutnya sangat dibutuhkan untuk mendukung lembaga-lembaga zakat tersebar di seluruh daerah.

Badan Amil Zakat (Baznas), menurutnya hanya mampu memobilisasi dana sebesar Rp 358 miliar. Padahal, Indonesia adalah negara Islam terbesar.

“Kalau dihitung semua nasional Baznas nyala, lembaga zakat, ormas-ormas di daerah-daerah, semua ini (harusnya) Rp 10,2 triliun pada umat Islam,” ujarnya.

Said mengingatkan, zakat, infak, dan sedekah adalah perintah agama yang harus dijalankan. Terlwbih lagi di tengah kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini banyak yang membutuhkan bantuan.

Pada kesempatan yang sama, Said meresmikan nama baru media PBNU menjadi TV NU yang awalnya 164 channel . Sekaligus meresmikan peluncuran NU Online Super App yang berisi konten-konten keislaman seperti Qur’an, tahlil, wirid, shalawat, doa-doa, hingga arah kiblat.