Kesal, Manusia Silver Mutilasi Teman Sendiri

Heboh, manusia silver memakan korban, motif pelaku kesal karena tidak mau berhubungan seks sesama jenis dengan korban.

Emas Jumiyati (45 tahun) sama sekali tidak mengetahui rumah sebelahnya dijadikan lokasi untuk mengeksekusi DS (24) yang dimutilasi secara sadis pada Ahad (6/12) lalu. Palaku berinisial AYJ (17) dikenal sebagai ‘manusia silver’ ini menghabisi nyawa korban tanpa tercium oleh Emas.

Dikutip dari republika.co.id Emas mengatakan, tidak ada sama sekali tandak-tanda yang mencurigakan. Berdasarkan penuturannya, pelaku dan korban adalah teman baik yang sudah kenal sejak lama. Korban juga sering mendatangi rumah DS yang tinggal sendirian sejak orang tuannya meninggal dunia sepuluh tahun lalu.

menurut kesaksian Emas, DS mendatangi rumah AYJ pada Sabtu  malam menggunakan motor Honda Beat. Tak lama setelah DS tiba di rumah pelaku, AYJ juga pulang ke rumahnya.

“Korban tuh waktu pas malam datang malam Minggu itu jam 8 malam. ‘Assalamualaikum Bu, wa alaikummsalam saya bilang baru sampai?’  Korban tanya ke saya, AYJ ke mana, saya bilang barusan ada, lagi keluar kali. Nah kemudian nggak lama pelaku datang terus berdua tuh pelaku sama korban,” ujar Emas saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu (9/12).

Bahkan pagi minggu, emas masih melihat korban masih tidur di rumah pelaku. Tidak ada tanda-tada yang mencurigakan akan terjadi peristiwa berdarah di rumah yang beralamatkan Kelurahan Jakasapurna, Kecamatan Bekasi Selatan itu.

Menurut kesaksian Emas, pelaku dan korban memang tidak keluar rumah dikarenakan hujan yang tak kujung berhenti seharian. Namun sekitar 16.00 WIB, Emas mendengar suara benda keras.

Saat ditanyakan ke pelaku, ia menjawab tengah memasang keramik di dalam rumahnya. “Nggak ada suara teriakan, cuma saya dengar ada suara ‘dug dug’ gitu. Saya kira mah lagi benerin keramik kali,” tutur Emas.

Saat itu, pelaku juga membawa pilok yang disemprotkan di dalam rumah. Hal ini berkaitan dengan pengakuan Emas yang tak sedikit pun mencium adanya bau amis darah.

“Bukan (bau darah), bau pilok pokoknya bau aroma yang engga enak aja deh,” ungkapnya.

Namun, pada malam harinya, pelaku kerap meminta plastik keresek besar kepada Emas.

“Minggu malam dia minta kantong plastik warna hitam atau merah. Saya bilang ga ada yang gede. Saat itu dia santai aja, makanya siapa yang curiga?,” ujarnya.

Emas juga menjelaskan bahwa korban sehari-harinya hidup normal dan bisa-biasa saja. Bahkan, korban dikenal sebagai anak yang ramah dan sopan kepada tetangga sekitar. Emas menyebut, pelaku juga memiliki kekasih yang ikut diamankan oleh polisi pada Rabu (9/12) pagi dini hari tadi.

“Pacarnya (pelaku) dibawa juga semalem sama polisi. Kayaknya yang dibawa berempat. Tapi, yang satu aku ga tau,” terangnya.

Penyidik Polda Metro Jaya dan Polres Metro Kota Bekasi menangkap, seorang pengamen manusia silver yang diduga sebagai pelaku mutilasi yang membuang jasad korbannya ke Kali malang, Kota Bekasi.

“Ya benar, pelaku kasus mutilasi sudah berhasil kita amankan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Rabu (9/12). Dalam penangkapan tersebut, pihak polisi hanya menangkap satu orang yang diduga sebagai pelaku. Sementara itu Polres Metro Kota Bekasi menjelaskan, motif pelaku melakukan aksinya lantaran kesal kerap mengalami kekerasan seksual sesam jenis oleh korban.

https://republika.co.id/berita/ql2tlq396/manusia-silver-pelaku-mutilasi-kenal-lama-dengan-korbannya