Kementerian Kesehatan: Penularan Varian Kappa Tidak Secepat Delta

TOTHEPOINT –Covid-19 varian Kappa sudah masuk Indonesia. Dinas Kesehatan DKI Jakarta menemukan baru satu kasus varian Kappa di Ibu Kota. Temuan Dinkes DKI didapat dari surveilans genomic atau pelacakan varian baru Covid-19 menggunakan metode Whole Genome Sequencing (WGS) yang patut diwaspadai.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung sekaligus Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemkes), Siti Nadia Tarmizi menyatakan karakteristik varian Kappa tidak cukup cepat menular jika dibandingkan dengan varian Delta.

“Penularan varian Kappa tidak secepat varian Delta,” kata dr. Nadia kepada Beritasatu.com, Jumat (2/7/2021).

Ia menyebutkan selain di Jakarta, varian Kappa juga ditemukan di Sumatera Selatan (Sumsel) dengan jumlah 1 kasus hasil pemeriksaan survelians. Dengan demikian, total temuan varian Kappa hingga Jumat (2/7/2021) masih berjumlah 2 kasus yang tersebar di Jakarta dan Sumatera Selatan.

Namun, dr. Nadia menyatakan vaksin yang ada di Indonesia saat ini masih efektif untuk mengatasi varian Kappa ini. Tentunya disertakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin.

“Untuk karakter spesifik dari varian ini atau tanda orang yang terpapar Kappa, saat ini tidak ada beda gejala klisnisnya,” ucapnya.

Ia pun juga membantah adanya pernyataan varian Kappa ini banyak menyerang anak-anak. “Itu tidak benar penularan lebih kepada anak-anak. Itu terjadi karena protokol kesehatan yang diterapkan pihak orangtuanya kendor,” tutup dia.

Sementara, untuk varian virus corona Covid-19 yang masuk ke dalam variants of concerns (VOC) hingga sejauh ini adalah Alpha, Beta, Gamma, dan Delta.

Pemerintah pun konsisten melakukan testing, tracing, treatment (3T) secara masif, serta meningkatkan upaya vaksinasi Covid-19. Masyarakat juga diimbau harus tetap disiplin dalam menjalan 5M (mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas).