Kebutuhan Indonesia untuk Olimpiade Tokyo Capai Rp38 Miliar

TOTHEPOINT-Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Ferry Kono menyebut anggaran kebutuhan Kontingen Indonesia untuk Olimpiade Tokyo mencapai Rp35 miliar hingga Rp38 miliar.

Menurut Ferry, jumlah tersebut sudah termasuk tiket pesawat kelas bisnis pulang-pergi yang diperuntukkan khusus bagi atlet Merah Putih sebagaimana arahan Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari dan Ketua Kontingen Rosan P Roeslani.

“Kualifikasi Olimpiade kan masih berlangsung. Asumsi kami jika banyak yang lolos kualifikasi artinya membutuhkan budget kurang lebih Rp38 miliar,”

“Tapi jika sedikit yang lolos berarti ada di batas bawah yaitu Rp35 miliar,” ungkap Ferry dalam siaran pers.

Meski demikian, Ferry mengaku masih perlu koordinasi lebih lanjut dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga, terutama terkait fasilitas tiket pesawat kelas bisnis bagi atlet Olimpiade.

Pasalnya, dua cabang olahraga, yaitu bulu tangkis dan angkat besi berencana berangkat lebih dulu pada 9 Juni untuk keperluan training camp (TC) di Negeri Sakura tersebut yang biayanya juga akan ditanggung oleh negara.

“Ini perlu kami koordinasikan lebih dulu karena TC di Jepang menggunakan dana Kemenpora,” kata Ferry.

“Apabila memungkinkan, atlet Olimpiade yang berangkat lebih dulu bisa mendapat fasilitas kelas bisnis dengan menggunakan dana kontingen. Jika tidak bisa, mereka akan berangkat dengan kelas ekonomi tetapi pulang dari Olimpiade menggunakan kelas bisnis,” pungkas dia.

Hingga saat ini Indonesia setidaknya telah mengantungi 13 tiket Olimpiade. Empat di antaranya milik sprinter Lalu Muhammad Zohri, petembak Vidya Rafika Rahmatan Toyyiban (50m rifle 3 position putri), serta dua kuota entry-by-number untuk pemanah putra dan putri.

Dua tiket lain hampir pasti menjadi milik lifter Eko Yuli Irawan (61 kg putra) dan Windy Cantika Aisah (49 kg putri).

Sisanya diamankan cabang bulu tangkis.

Setidaknya ada tujuh wakil yang masuk dalam daftar aman perburuan poin Race to Tokyo, yaitu tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting dan Jonathan Christie, tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung, ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu, ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, serta ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti(*)