Kasus Infeksi Jaur Hitam Akibat Penularan Covid-19 di India Meningkat

Patients with a breathing problem wait inside an ambulance to enter a COVID-19 hospital for treatment, amidst the spread of the coronavirus disease (COVID-19) in Ahmedabad, India, April 19, 2021. REUTERS/Amit Dave

TOTHEPOINT – Infeksi jamur hitam yang mematikan di kalangan penderita penyakit akibat virus corona atau Covid-19 di India meningkat.

Pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi memerintahkan seluruh negara bagian mulai menerapkan pemantauan ketat terhadap lonjakan penularan jamur hitam alias Mucormycosis tersebut.

Gujarat dan Telangana merupakan dua negara bagian terbaru yang mendeteksi penularan jamur hitam di wilayahnya.

Sejauh ini, negara bagian Maharashtra telah mendeteksi lebih dari 2.000 kasus jamur hitam. Sementara itu, Gujarat mencatat ada 1.200 penderita jamur hitam sampai saat ini.

Sementara itu, Ibu Kota New Delhi dan beberapa kota besar lainnya telah menyediakan bangsal khusus untuk mengobati ribuan pasien Covid-19 yang terkena infeksi jamur hitam.

Sejauh ini, ada lebih dari 200 pasien terinfeksi jamur hitam di rumah sakit New Delhi dengan belasan penderita lain masih menunggu untuk dirawat.

Pejabat Gujarat juga menuturkan Rumah Sakit Ahmedabad, salah satu yang terbesar di daerah itu, tengah merawat 371 kasus jamur hitam. Sekitar 400 kasus serupa juga tengah ditangani rumah sakit pemerintah Kota Rajkot.

Infeksi jamur hitam tidak asing di India yang biasa menangani setidaknya 20 kasus penularan setiap tahun.

Namun, penyakit tersebut menjadi ancaman baru bagi negara yang tengah menghadapi gelombang dua Covid-19 dan lebih mematikan itu.

Jamur hitam dikabarkan telah menewaskan lebih dari 50 persen penderitanya dalam beberapa hari terakhir. Meski begitu, sampai saat ini pihak berwenang India belum melaporkan jumlah pasti pasien penderita jamur hitam dan korbannya.

Menurut beberapa ahli kedokteran, infeksi jamur hitam disebabkan oleh penggunaan steroid yang cukup tinggi dalam pengobatan pasien Covid-19.

Jamur hitam disebabkan oleh organisme yang disebut mucorymycetes. Organisme itu dapat masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan dan luka di kulit.

Secara alami, organisme ini hidup di tanah dan bahan organik yang membusuk. Namun, ketika masuk ke tubuh manusia, jamur ini bisa menginfeksi kantong udara di belakang dahi, hidung, tulang pipi, dan di antara mata serta gigi.

Dalam beberapa kasus, penderita jamur hitam terpaksa diambil mata dan rahang atas demi menyelamatkan nyawa.

“Penggunaan steroid secara sembarangan untuk mengobati pasien Covid-19 harus dihindari,” kata Kepala urusan Kesehatan Maharashtra, Rajesh Tope, seperti dikutip AFP.(*)