Jalankan Operasi di Papua, Ini Pesan Khusus untuk Pasukan Setan

TOTHEPOINT – Komandan Korem 061/Suryakancana Brigjen TNI Ahmad Fauzi hari ini mengunjungi markas Batalyon Infanteri (Yonif) 315/Garuda di Gunung Batu, Bogor.

Jenderal bintang satu Kopassus itu secara khusus memberikan jam komandan kepada seluruh prajurit tempur TNI Angkatan Darat yang dijuluki ‘Pasukan Setan’ sebelum mereka berangkat penugasan sebagai Satgas Pengamanan Daerah Rawan (Pamrahwan) di Papua.

Iya, Pasukan Setan TNI Angkatan Darat dari Yonif 315/Garuda itu rencananya akan berangkat ke Papua pada tanggal 24 Mei 2021. Pasukan yang memiliki rekam jejak penumpas gerakan pemberontak DI/TII di Jawa Barat itu diperkirakan akan masuk ke Papua pada akhir bulan Mei mendatang.

Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di jajaran Korem 061/SK, Brigjen TNI Ahmad Fauzi berpesan kepada seluruh Perwira, Bintara, dan Tamtama Yonif 315/Garuda yang akan menjalankan tugas agar benar-benar mempersiapkan diri sebelum bertugas ke medan operasi di Papua.

“Saya harap semua Anggota sudah semakin fokus dan konsen detik-detik terakhir pemberangkatan Satgas. Berikan pengertian kepada keluarga yang ditinggalkan, banyak berdoa untuk keselamatan semuanya dan kalian jangan khawatir yang di homebase sudah ada yang mengurus, tetap harus semangat, kompak, karena di sana tugas menunggu kalian semua. Jadi kalian juga harus siap-siap, atas nama satuan kalian harus mendukung Komandan Satgas,” kata Danrem 061/SK Brigjen TNI Ahmad Fauzi di hadapan ratusan Pasukan Setan Yonif 315/Garuda, Selasa, 18 Mei 2021.

Lebih jauh lagi mantan Asops Paspampres itu mengingatkan, tugas utama Satgas Pamrahwan adalah melaksanakan pembinaan teritorial.

Dengan demikian, katanya, seluruh personel Yonif 315/Garuda harus berperan aktif dalam menjalin hubungan yang baik dengan seluruh masyarakat di Papua.

“Fokus untuk pembinaan teritorial, kalian harus terlibat memperbaiki atau merenovasi gereja, lakukan pendekatan dengan para tokoh masyarakat, para pendeta, dan para kepala suku,” ujarnya.

“Kalau menemukan masyarakat di pelosok-pelosok yang belum pernah melaksanakan upacara Kemerdekaan 17 Agustus, himbau dan ajak masyarakat bersama-sama untuk melakukan upacara 17-an bersama-sama,” tambahnya.

Danrem Suryakancana menjelaskan, pembinaan teritorial dengan melakukan komunikasi yang baik masyarakat di Papua adalah cara terbaik untuk memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.

Dengan cara itu, kata Brigjen TNI Fauzi, Satgas Pamrahwan dapat membangun kepercayaan masyarakat terhadap TNI yang selama ini betugas menciptakan keamanan dan kedaulatan NKRI.

“Bahkan banyak dari Satuan Tugas lain mereka juga bisa berhasil mendapatkan berapa puluh senjata rakitan dan juga termasuk senjata organik yang berasal dari pembinaan teritorial,” katanya.

Dalam arahannya, Danrem Suryakancana juga mengingatkan, selama bertugas sembilan bulan di Bumi Cenderawasih, seluruh personel Yonif 315/Garuda harus pandai menjaga diri, serta tetap mematuhi protokol kesehatan.

Hal itu dinilai sangat penting untuk mencegah penyakit seperti COVID-19, HIV, dan Malaria yang kapan saja dapat menimpa prajurit di medan operasi.

“Penugasan tidak lama, hanya 9 bulan saja. Kita harus berjuang yang terbaik buat bangsa. Jadi kalian manfaatkan, fokus pada penugasan kalian di sana. Persiapkan sebaik-baiknya jangan sampai ada masalah apapun, karena penugasan ini adalah berjuang demi NKRI,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Irdam III/Siliwangi Brigjen TNI Asep Syarifudin juga berpesan kepada seluruh personel Satgas Pamrahwan Yonif 315/Garuda, bahwa dalam pelaksanaan tugas sejatinya prajurit TNI telah menghibahkan dirinya untuk negara dan bangsa.

“Saya pun sebagai prajurit juga mengingatkan kepada seluruh rekan-rekan bahwa kita ini prajurit, mari kita bersama-sama bersumpah untuk menghibahkan diri untuk negara, bangsa dan orangtua,” tutupnya.(*)