Jadi Pangkostrad, Dudung Diminta Tegas Hadapi Intoleransi dan Radikalisme

TOTHEPOINT РMayjen Dudung Abdurachman diangkat menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertapati berharap Dudung bisa mengatasi masalah radikalisme dan intoleransi.

Perempuan yang akrab dipanggil Nuning ini, menyebut ancaman dan tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia adalah perang hibrida. Dilihat dari situs TNI AU, Perang hibrida adalah strategi militer yang memadukan antara perang konvensional, perang yang tidak teratur dan ancaman cyber warfare.

“Dengan adanya ancaman dan tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia terhadap Perang Hibrida, maka Kostrad harus selalu membina kesiapan operasional segenap jajaran Komandonya,” ucap Nuning saat dihubungi, Rabu (26/5/2021).

sorotan saat memerintahkan anggota TNI AD mencopoti baliho Habib Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta Pusat. Mulanya, sejumlah pria berbaju loreng mencopot baliho Habib Rizieq itu viral di media sosial.

“Ada berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq, itu perintah saya, karena beberapa kali Pol PP menurunkan, dinaikkan lagi. Itu perintah saya,” ujar Mayjen Dudung di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2020).

Mayjen Dudung mengatakan semua pihak harus taat terhadap hukum yang ada di Indonesia, termasuk dalam hal pemasangan baliho. Mayjen Dudung menyatakan, bila perlu, FPI dibubarkan saja. Pernyataan itu diucapkan sebelum pemerintah melarang FPI.

“Begini, kalau siapa pun di republik ini, ini negara hukum, harus taat kepada hukum, kalau masang baliho udah jelas ada aturannya, ada bayar pajak, dan tempat ditentukan. Jangan seenaknya sendiri, seakan-akan dia paling benar, nggak ada itu. Jangan coba-coba pokoknya. Kalau perlu, FPI bubarkan saja itu, bubarkan saja. Kalau coba-coba dengan TNI, mari,” katanya.(*)