Ini Profil Dua Jenderal Pemimpin Satgas Namengkawi Pemburu KKB Papua

TOTHEPOINT– Dua jenderal bintang satu mengomando operasi Satgas Nemangkawi di Papua. Salah satu tugasnya menumpas teroris kelompok kriminal bersenjata atau KKB.

Satgas Nemangkawi merupakan satuan tugas yang berisikan pasukan gabungan TNI dan Polri. Satgas dipimpin Brigjen Pol Roycke Harry Langie sebagai Kepala Operasi Nemangkawi Polri sejak 2020 hingga saat ini. Adapun Kepala Operasi Nemangkawi TNI yaitu Brigjen TNI Tri Budi Utomo.

Di tangan duet jenderal tempur ini, sederet prestasi ditorehkan. Mereka bersinergi menumpas kelompok teroris Papua. Setidaknya telah 105 orang KKB maupun kelompok pendukung kelompok itu ditangkap, termasuk Peniel Kogoya.

Peniel merupakan penyandang dana sekaligus orang yang membeli senjata api untuk KKB. Dari operasi intensif selama ini, Satgas Nemangkawi antara lain menyita 48 pucuk senjata api, 933 butir amunisi pada. Satgas juga menembak mati Hengky Wamang pada 16 Agustus 2020 yang merupakan pentolan KKB Kalikopi.

“Saya genggam dengan penuh rasa cinta dan tanggung jawab untuk menjaga karena Papua adalah Indonesia, Sa Papua Sa Indonesia,” kata Roycke, Kamis (20/5/2021).

Profil Komandan Ops Satgas Nemangkawi:

Brigjen TNI Tri Budi Utomo

Tri Budi Utomo merupakan merupakan lulusan Akademi Militer 1994 dari kecabangan infanteri. Tak main-main dia digembleng dan dibesarkan Kopassus. Dalam rekam jejaknya, dia bahkan pernah menjabat Komandan Sat Gultor 81, unit paling elite di Korps Baret Merah.

Tri Budi Utomo saat ini merupakan wadanjen Kopassus. Penunjukannya berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/666/VIII/2020 tanggal 26 Agustus 2020. Sebelumnya dia menjabat Danrem 052/Wijayakrama, yang membawahi Kodim Jakarta Barat, Jakarta Utara, Tangerang dan Tigaraksa.

Setahun di Sat Gultor 81, dia dipromosikan sebagai Asisten Personel Danjen Kopassus (2017-2019). Kariernya semakin melesat saat dia ditunjuk sebagai Komandan Grup A Paspampres.

Tri ketika itu menggantikan Kolonel Inf Mohamad Hasan, seniornya di Kopassus. Setelah itu dia menjabat Danrem. Berdasarkan validasi organisasi TNI, Korem 052/Wijayakrama dinaikkan menjadi tipe A. Itu artinya, dia akan dijabat jenderal bintang satu alias brigjen.

Dengan promosi jabatan sebagai Danrem 052/Wkr, Tri pun pecah bintang. Dia sekaligus tercatat sebagai jenderal bintang satu pertama dari abituren Akmil 1994.

Brigjen Pol Roycke Harry Langie

Brigjen Pol Roycke Harry Langie merupakan lulusan Akpol 1994. Polisi kelahiran Manado ini berpengalaman di reserse. Sejak Februari 2021, dia ditugaskan sebagai Anjak Utama Bidang Pidum Bareskrim Polri dengan penugasan khusus sebagai Komandan Operasi Satgas Nemangkawi.

Bukan tanpa alasan Harry Langie ditugaskan di Papua. Dalam rekam jejaknya, dia pernah bertugas di provinsi paling ujung timur Indonesia tersebut.

Karier Harry Langie juga sangat cemerlang. Lulusan Sespimti Sespim Lemdiklat Polri 2018 ini pernah menjalani berbagai penugasan, termasuk di teritorial atau kewilayahan.

Harrry Langie antara lain pernah menjabat sebagai Kasatserse Polres Indramayu (1995), Kanit Resmob Ditserse Polda Jabar (1999), Komandan Kompi Taruna Akpol (2004), hingga Kapolsek Jagakarsa Polda Metro Jaya (2007).

Kariernya terus naik dengan menjabat Kasat Reskrim Polres Metro Jaktim Polda Metro Jaya (2008) dan Kasubdit VI/Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya (2010). Selanjutnya dia menjabat Kapolres Kepulauan Yapen (2012) dan Kapolres Jayapura (2012).

Dari Papua dia ditarik lagi ke Jakarta dengan menjabat Wadirreskrimum Polda Metro Jaya (2014), Kapolres Bandara Internasional Soekarno-Hatta (2014), dan Kapolres Metro Jakbar (2016).

Harry selanjutnya dipercaya sebagai Anjak Madya Bidang Pidum Bareskrim Polri (2017), Dirreskrimum Polda Metro Jaya (2018), dan Karowassidik Bareskrim Polri (2019).

Karier Harry makin mencorong dengan dipromosikan sebagai Wakapolda Bali (2020). Namun tak sampai setahun dia ditarik sebagai Anjak Utama Bidang Pidum Bareskrim Polri dan diberi kepercayaan Kapolri sebagai Kepala Operasi Satgas Nemangkawi Polri (2021).(*)