Ini Kata Kemenkeu Tentang Kriteria Sembako Merakyat Anti PPN

TOTHEPOINT – Tentang sembaki yang kena PPN, Kementrian Keuangan (Kemenkeu) telah buka suara terkait wacana pajak pertambahan nilai (PPN) dalam sektor sembako. Penjelasan terkait PPN sembako disampaikan Kemenkeu melalui sebuah unggah di akun Facebook resmi Kementrian Keuangan.

Dalam unggahan tersebut, Kemenkeu menjelaskan bahwa tidak semua jenis sembako akan dikenakan tarif PPN. Kemenkeu menjelaskan perihal pengenaan tarif PPN sembako ini menggunakan contoh penjualan daging sapi di kalangan masyarakat.

“Daging sapi kelas premium harganya berkali-kali lipat dari daging sapi lokal,” tulis akun resmi Kemenkeu.

Pihaknya pun menjelaskan, saat ini daging dan semua jenis sembako masih dikecualikan dalam pajak pertambahan nilai (PPN). Namun hal ini dinilai tidak cukup adil bagi masyarakat karena pembebasan PPN terhadap sembako ‘premium’ hanya akan menguntungkan kalangan berkemampuan. Karenanya Kemenkeu menilai wacana mengenai PPN Sembako pun sebagai bentuk aspek keadilan dan gotong royong meningkatkan kepatuhan pajak.

“Tentunya, tidak semua orang mengkonsumsi daging ini. Daging premium ini biasanya dinikmati oleh masyarakat yang memiliki kemampuan,” ujarnya.

“Jadi, terbayang kan kalau pembeli daging di pasar dan pembeli daging premium sama-sama tidak bayar pajak. Sekarang, Pemerintah sedang menyiapkan reformasi sistem PPN yang menonjolkan aspek keadilan dan gotong royong untuk meningkatkan kepatuhan pajak,” imbuhnya.