Ini Asal Paparan Doktrin Radikalisme Terhadap Belasan Teroris di Papua

TOTHEPOINT – Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono menyebut bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui belasan orang terduga teroris yang diamankan di Merauke, Papua baru terpapar usai pindah kesana.

“Yang jelas mereka sekali lagi sudah lama tinggal di Merauke. Mendapat pemahaman pemahaman radikal seperti ini ketika mereka di Merauke,” kata Rusdi, Kamis (3/6).

Rusdi menjelaskan belasan teroris ini bukanlah orang asli Papua, mereka terpapar usai pindah menetap di Merauke. Barulah mereka membangun kelompok- kelompok kecil untuk menyebarkan faham radikal yang diketahui terafiliasi dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

“Ini merupakan satu jaringan JAD terus dikembangkan dari Makassar ternyata jaringannya melebar ke Kalimantan Timur. Di sana ditangkap salah satu dari JAD, kemudian dari Kaltim bergerak ke Papua, Merauke,” ujar Rusdi.

Sebelumnya, Operasi Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror terhadap pengungkapan dan penangkapan sejumlah terduga sel jaringan terorisme di Merauke, Papua, terus bertambah menjadi 13 orang. Kapolres Merauke AKBP Untung Sangaji kepada Antara, Rabu mengakui, jumlah teroris yang ditangkap saat ini 13 orang, dan kemungkinan masih bertambah.

Selain menangkap 13 orang teroris, Densus 88 juga mengamankan berbagai barang bukti. “Untuk sementara yang bisa saya sampaikan itu saja karena masih terus dilakukan penyelidikan,” kata Untung yang dihubungi dari Jayapura, dilansir Antara, Rabu (2/6).

Dari 13 teroris yang diamankan, baru 11 orang yang identitasnya terungkap, yakni AK, SB, ZR, UAT, DS, SD, SR, YK dan SW serta pasangan suami istri AP dan IK. Penangkapan teroris diawali ditangkapnya 10 orang setelah sebelumnya terindikasi melakukan pemboman di Merauke, namun gagal.

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri menyatakan mereka merupakan jaringan Kelompok Ansharut Daulah yang terkait dengan aksi pengeboman Gereja Katedral, Makassar, pada 28 Maret 2021 lalu.(*)