Ingin Sports Tourism berbasis inklusif, Sandiaga: Harus bisa dinikmati semua lapisan masyarakat

fajar.co.id
fajar.co.id

Tothepoint.id- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tengah mengembangkan sport tourism di destinasi-destinasi pariwisata nasional. Bertujusn agar kembali membangkitkan pariwisata Indonesia akibat pandemi Covid-19.

Sandiaga Uno Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ingin pariwisata berbasis olahraga bersifat inklusif atau bisa dinikmati semua kalangan. Dia mengatakan, hal tersebut sekaligua bisa meningkatkan desa-desa wisata.

“Harus bisa dinikmati semua lapisan masyarakat. Bisa dengan olahraga berbasis alam yang tentu bisa dilakukan di desa-desa wisata. Kita bisa mengaktifkan sport tourism sampai ke tingkat desa,” kata Sandiaga dalam keterangan, Kamis 25 Maret.

Sandiaga mencontohkan beberapa destinasi yang memiliki program sport tourism, seperti Likupang Ride dan Manado Ride. Menurutnya, event ini bisa dimanfaatkan untuk mendatangkan wisatawan.

Terlebih, target Indonesia yang ingin menjadi tuan rumah Olimpiade 2032, membuat infrastruktur di setiap destinasi harus ditingkatkan, seperti jalan, hotel, dan venue. Pria yang akrab disapa Mas Menteri ini juga menekankan pentingnya peningkatan 3A, yaitu aksesibilitas, atraksi, dan amenitas.

“Infrastruktur jalan, hotel-hotel ditingkatkan dan selain olahraganya, juga harus ada atraksi yang disiapkan untuk pariwisatanya, untuk menarik wisman,” ujar Sandiaga.

Saat ini, sport tourism yang ada di Indonesia sudah mampu menarik wisatawan mancanegara untuk berkunjung, seperti Golf Indonesia Masters, Golf Indonesia Open, dan World Golf Championship. Kemudian Jakarta Marathon, Bali Marathon, Borobudur Marathon, Bromo Marathon, Bintan Marathon, Iron Man, Triathlon, Sungai Liat Triathlon, dan Bali Triathlon.

“Sepeda kita ada Tour de Singkarak, Tour de Bintan, Tour de Flores, dan Tour de Banyuwangi,” kata Sandiaga.