Indonesia Kembali Kirim Bantuan Oksigen Covid-19 ke India

Patients with a breathing problem wait inside an ambulance to enter a COVID-19 hospital for treatment, amidst the spread of the coronavirus disease (COVID-19) in Ahmedabad, India, April 19, 2021. REUTERS/Amit Dave

TOTHEPOINT– Indonesia mengirim bantuan oksigen tahap kedua sebanyak 2.000 tabung dengan kapasitas 6 meter kubik atau setara 40 liter ke India, setelah pengiriman 1.400 tabung oksigen tahap pertama dilaksanakan pada 10 Mei 2021.

Dengan demikian, RI mengirim 3.400 tabung oksigen untuk India untuk penanganan pandemi COVID-19 di negara tersebut, yang mengalami ledakan kasus.

“Hari ini Indonesia melakukan pengiriman 2.000 tabung oksigen dari 3.400 tabung yang direncanakan. InsyaaAllah saudara-saudara di India bisa mendapatkan manfaat dari bantuan saudara-saudaranya di Indonesia,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Jumat.

Airlangga memaparkan kasus COVID-19 di India pernah benar-benar turun pada Desember 2020, yang membuat RI mempelajari strategi penurunan kasus COVID-19 di negara tersebut.

Namun, kasus COVID-19 kembali melonjak pada awal 2021, yang mana hal tersebut dapat menjadi pelajaran bagi Indonesia.

Untuk itu, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) tersebut mengingatkan masyarakat Indonesia agar tetap mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penyebaran COVID-19.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengapresiasi pelaku industri yang turut berpartisipasi dalam pengiriman bantuan oksigen ke India.

“Pemerintah Indonesia mengucapkan terima kasih atas inisiatif dan partisipasi pihak-pihak yang telah membantu terselenggaranya bantuan ini, terutama kepada sektor industri,” ujar Menperin.

Menperin berharap bantuan yang disampaikan dapat membantu meringankan dampak pandemi COVID-19 yang sedang melanda.

“Dengan dikirimkannya bantuan oksigen tahap kedua untuk korban pandemi COVID-19 di India hari ini, menunjukkan bahwa Indonesia berkomitmen untuk membantu India dalam menanggulangi pandemi COVID-19,” katanya.(*)