Impor Beras 1 Juta Ton, Petani Sesalkan Rencana Pemerintah

Totehpoint.id- Aliansi Petani Indonesia menyesalkan rencana pemerintah untuk mengimpor beras sebanyak 1 juta ton pada tahun 2021 ini di tengah proyeksi produksi beras yang mampu mencukupi kebutuhan domestik. Kebijakan impor beras secara langsung diyakini akan berdampak pada kesejahteraan petani di Indonesia.

Nuruddin selaku Sekretaris Jenderal API, mengatakan,Kebijakan impor diyakini akan berdampak dan memberi tekanan kepada harga gabah milik petani. Pasalnya, daya beli masyarakat,juga petani sedang mengalami penurunan.

“Ini secara psikologis akan berdampak ke tingkat kesejahteraan petani,” ujar Nuruddin, Sabtu, 6 Maret.

Nuruddin mengatakan, kebijakan impor beras kemungkinan besar akan menggunakan APBN. Pemerintah dirasa perlu mengutamakan penggunaan APBN untuk menyerap gabah petani lebih besar dari biasanya karena dampaknya akan lebih dirasakan masyarakat.

Pemerintah, lebih baik mengalokasikan belanja modal bagi masyarakat dibandingkan melakukan belanja modal untuk impor beras. “Kenapa anggarannya tidak dipakai bantu masyarakat saja? Tidak dipakai menyerap gabah lebih banyak? Kalau harus impor beras juga, berarti dua kali beban anggaran negara,” jelas Nuruddin.

Pihaknya menduga, impor beras dilakukan karena faktor politis. Terlebih lagi, saat ini menjelang Ramadhan dan Lebaran di mana kebutuhan beras biasanya mengalami peningkatan dan berdampak pada tingginya harga beli di tingkat konsumen.