Hindari Serangan KKB, Warga Puncak Terus Mengungsi ke Timika

TOTHEPOINT– Ketua Posko Tim Peduli Kemanusiaan Kabupaten Puncak di Kabupaten Mimika, Yunias Kulla mengatakan hingga Sabtu (5/6/2021) pengungsi dari Puncak masih berdatangan di Timika, ibu kota Kabupaten Mimika, Papua.

Kulla menyatakan pihaknya belum selesai mendata para warga sipil Puncak yang mengungsi ke Timika, sehingga jumlah mereka belum dapat dipastikan.

Hal itu dinyatakan Yunias Kulla saat dihubungi melalui panggilan telepon pada Senin (7/6/2021). Ia menyatakan para pengungsi dari Puncak itu tinggal di rumah kerabat mereka yang ada di Timika.

“Jadi masyarakat Puncak yang telah menjadi warga Mimika menerima mereka membuat bakar batu,” kata Kulla.

Kulla mengatakan pihaknya terus berupaya mendata para warga sipil Puncak yang mengungsi ke Timika.

“Pengungsi yang didata itu baik yang datang dari Ilaga maupun pengungsi dari Beoga. Untuk sementara ini kami masih mendata, jadi belum bisa menyampaikan jumlah total secara keseluruhan jumlah pengungsi dari Hila Gaboga yang datang ke ke Timika,” kata Kulla.

Kulla mengatakan pihaknya berusaha mengumpulkan data rinci mengenai jumlah pengungsi, jenis kelamin, maupun usia mereka. Data itu nanti akan diolah untuk mengetahui berapa jumlah pengungsi dewasa, pengungsi perempuan, dan anak-anak.

“Tujuan pendataan agar bantuan yang diberikan agar dapat disalurkan langsung kepada mereka yang mengungsi ke Timika,” katanya.

Salah seorang warga Puncak yang berada di Nabire, Enggabir mengapresiasi upaya Tim Kemanusiaan Puncak di Mimika.

“Di Nabire juga ada pengungsi tapi untuk sementara ini mereka masih berpencar Sehingga dalam beberapa waktu dekat juga kami akan melakukan pendataan pengungsian dari puncak,” katanya.

Warga memutuskan untuk mengungsi dari Ilaga, Kabupaten Puncak untuk menghindari serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang kerap terjadi di pusat layanan masyarakat seperti yang terjadi beberapa hari yang lalu di Bandara.

Dalam penyerangan ke bandara tersebut, satu keluarga yang belakangan diketahui merupakan kepala kampung tewas di tangan KKB dalam kontak senjata dengan Satgas Nemangkawi.(*)