Hadapi KKB Papua, BNPT Pakai Pendekatan Lunak

 TOTHEPOINT – Pemerintah dalam hal ini melalui TNI-Polri terus bekerja sama menghentikan kekejaman yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Atas aksi keji dan brutal yang dilakukan KKB, pada April lalu, pemerintah resmi mengkategorikan kelompok bersenjata di Papua, yang bernama Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), sebagai organisasi teroris.

Terkait hal itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar menegaskan pemerintah akan menggunakan pendekatan lunak atau ‘soft approach’ setelah menetapkan kelompok bersenjata di Papua sebagai teroris.

Hal itu diungkapkan dalam keterangannya pada Rabu, 9 Juni 2021 malam, Boy Rafli mengatakan pendekatan tersebut akan dilakukan melalui pembangunan kesejahteraan masyarakat Papua.

“Pendekatan lunak ini yang harus kita promosikan ke masyarakat, pendekatan sinergi dalam penanggulangan terorisme yang berorientasi membangun karakter bangsa kita, karakter yang cinta damai, karakter yang toleransi, karakter yang menghargai perbedaan,” kata Boy.

Lebih lanjut, Boy mengatakan pembangunan karakter ini menjadi kunci menyukseskan program pembangunan yang dilaksanakan di Papua.

Hal itu juga sesuai dengan Inpres Nomor 9/2020 tentang Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat.

Selain itu, nantinya BNPT dan kementerian/lembaga terkait akan menggelar dialog dengan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompida) Papua yang fokus membahas upaya bersama untuk kesejahteraan Papua.

“Kita bisa saling berkontribusi dalam pandangan-pandangan ke depan agar kegiatan pembangunan nasional yang dilaksanakan Papua bisa sukses membawa kesejahteraan di Papua,” tutur Boy.

Di sisi lain, usai pelabelan teroris terhadap KKB Papua, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengatakan pelabelan tersebut berdasarkan usulan dari tokoh masyarakat dan pemerintah daerah Papua, serta aparat keamanan.

“Maka apa yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan segala nama organisasinya dan orang-orang yang berafiliasi dengannya adalah tindakan teroris,” ujar Menteri Mahfud.

Selanjutnya, Mahfud mengatakan pemerintah sudah meminta Polri, TNI, Badan Intelijen Negara (BIN) dan aparat terkait segera melakukan tindakan secara cepat, tegas terukur menurut hukum.

Demikian, Mahfud mengingatkan aparat untuk tidak menyasar masyarakat sipil dalam menangani kelompok bersenjata tersebut.

Aksi kekerasan oleh KKB Baru-baru ini, sebagaimana dibenarkan Satuan Tugas Nemangkawi. Sebanyak lima orang warga tewas karena ditembak yang diduga dilakukan oleh KKB Papua di Kampung Eromaga, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak.

Komisaris Besar Iqbal Al-Qudusy yang merupakan Juru bicara Satgas Nemangkawi mengungkapkan bahwa korban tewas merupakan kepala desa bernama Petianus Kogoya bersama empat anggota keluarganya.(*)