Gelar FGD, Pangdam XVIII/Kasuari Ingatkan Ancaman Radikalisme di Kampus

TOTHEPOINT-Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa mengingatkan ancaman tumbuhnya radikalisme di kampus. Ia meminta semua pihak untuk waspada akan radikalisme.
“Dalam menghadapi ancaman-ancaman radikal ini, mari kita terus dan harus waspada terhadap infiltrasi dan kaderisasi radikalisme, yang masih banyak masuk ke anak-anak, kalangan generasi muda, kampus atau mahasiswa, juga ke keluarga kita,” ucap Nyoman Cantiasa dalam keterangannya, Minggu (2/5/2021).

Hal itu Nyoman ungkap di pergelaran forum group discussion (FGD) yang diselenggarakan di Hotel Swiss Bell, Manokwari, Papua Barat. FGD tersebut diikuti berbagai ormas, lembaga, komunitas dan ikatan mahasiswa se-wilayah Provinsi Papua Barat.

Di kesempatan yang sama, Nyoman juga bicara mengenai kelompok separatis yang tumbuh subur di tanah Papua. TNI-Polri, jelas Nyoman, tak segan memberikan tindakan yang tegas jika kelompok tersebut melawan dan hendak memecah belah persatuan Indonesia.

“Namun demikian kalau ada pihak-pihak atau kelompok yang berseberangan dengan kita, yang masih tetap keras kepala, kepala batu, diajak baik-baik tidak mau dan tetap melawan, memberontak, dan angkat senjata kepada negara dan Pemerintah Republik Indonesia, maka terpaksa kita tegakkan hukum tumpas,” tegasnya.

Nyoman sangat menyayangkan adanya WNI yang menyeberang dan menjadi bagian dari kelompok separatis. Selain itu, Nyoman prihatin dengan lahirnya kelompok-kelompok radikal yang mengatasnamakan agama.

“Mari kita kompak, karena agama ini dibangun, dibuat dalam rangka agar manusia atau umat itu menjadi baik. Untuk itu, mari kita cari orang-orang yang memang jelas, cakap untuk bisa menuntun kita di bidang agama kita masing-masing,” tutur Nyoman.

“Ada buku yang berjudul ‘Destruction Power of Religion’, di situ disampaikan bahwa agama itu bisa membangun dan juga bisa menghancurkan. Untuk itu kami berharap, sebagai tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan lain sebagainya, mari kita sampaikan kepada saudara-saudara, anak-anak kita, generasi-generasi kita,” sambungnya.(*)