Wapres menghimbau agar Risiko Paparan Covid-19 di Tengah Bencana diperhatikan

Tothepoint.id- Para relawan diharapkan untuk tetap menaati protokol kesehatan di lokasi bencana.

Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin mengingatkan peningkatkan risiko terpapar virus Covid-19 saat terjadi bencana. kemungkinan penularan tersebut dikarenakan masyarakat yang terdampak bencana harus bertahan di tenda pengungsian bersama relawan, aparat maupun petugas medis.

“Penanganan bencana di tengah pandemi Covid-19 tentunya semakin meningkatkan risiko para petugas medis, aparat TNI/Polri, relawan, dan masyarakat terdampak bencana,” kata Ma’ruf saat memberikan keynote speech dalam acara Public Expose Rumah Zakat Tahun 2021 secara virtual, Kamis (25/2).

Karenanya, Wapres menghimbau para petugas medis, aparat TNI/Polri, relawan, dan masyarakat terdampak bencana untuk tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat pada saat penanganan bencana.

Ma’ruf menjelaskan, pada 2020 menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tercatat 2.951 bencana alam terjadi di seluruh Indonesia.  2.537 diantaranya merupakan bencana banjir, tanah longsor, dan puting beliung. Selain itu, ada juga gempa bumi dan erupsi gunung api di berbagai wilayah.

Sama halnya dengan tahun sebelumnya, 2021 bencana banjir dan tanah longsor juga melanda beberapa wilayah di Indonesia. Menurutnya, bencana alam di tengah pandemi Covid-19 ini pun menambah keprihatinan masyarakat.

“Pandemi Covid-19 belum selesai, sambil menunggu giliran vaksinasi, saya meminta kita semua tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 tanpa terkecuali,” kata Ma’ruf.

Ia menjelaskan,pelaksanaan protokol kesehatan; menggunakan masker, mencuci tangan dan menghindari kerumunan, serta mematuhi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang kini kembali diperpanjang hingga 8 Maret 2021 merupakan hal mesti dan wajib dilakukan.

Ia juga menegaskan pentingnya semua pihak mendukung pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Ia pun mewajibkan masyarakat, khususnya umat Islam yang banyaknya mencapai 70 persen populasi  penduduk atau sekitar 182 juta untuk vaksinasi hingga tercapainya kekebalan komunitas atau herd immunity.

“Kewajiban vaksinasi belum gugur sebelum terjadi kekebalan komunitas, itu bisa terjadi ketika sudah 70 persen bangsa Indonesia sudah divaksin, kewajiban vaksin belum gugur sebelum 182 juta orang divaksin,” katanya.