Di Tengah Situasi Pandemi, Masyarakat Harus Satukan Energi

TOTHEPOINT –Kesulitan yang sedang dialami oleh negara saat ini tidak hanya dialami oleh Indonesia saja, tetapi juga dialami oleh negara-negara lain di seluruh dunia. Oleh karenanya sebagai masyarakat harus memberi kontribusi kepada bangsa yang tengah butuh energi untuk menyatukan semua elemen.

Hal itu disampaikan Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Provinsi Sulawesi Tengah (FKPT Sulteng), Muhammad Nur Sangadji, Rabu (28/7/2921) seperti dilansir Republika.co.id.

Menurutnya, dalam situasi krisis akibat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, masih ada pihak-pihak yang mencoba untuk menyebarkan provokasi yang mengarah pada anarki. Padahal, semua elemen masyarakat itu seharusnya dapat menyatukan energi untuk mengatasi situasi bangsa yang sedang dalam kesulitan.

“Jangan sampai ketika bangsa ini sedang membutuhkan energi bersama dan partisipasi dari seluruh stakeholder, kita malah terpecah oleh masuknya ajakan-ajakan yang membuat kita menjadi lemah,” ujarnya.

Dikatakan, partisipasi dari seluruh masyarakat untuk mengatasi pandemi saat ini sangat dibutuhkan. Dan itu termaktub dalam pesan dari konstitusi dan ideologi bangsa yaitu Persatuan Indonesia. Jadi kalau tidak bersatu, bagaimana bisa memecahkan berbagai problem yang ada

“Untuk itu kita butuh kontra narasi berkaitan dengan community awareness. Menyadarkan kepada masyarakat,” ucap pria Dosen Fakultas Pertanian dari Universitas Tadulako tersebut.

Ia menekankan bahwa seluruh eleman memegang peranan yang sangat penting untuk memberikan community awareness. Seperti pendidikan, starting-nya harus dari sekolah, sekolah yang paling dasar yaitu SD, sebagai lembaga pendidikan formal.

“Kemudian lembaga pendidikan informal yaitu di rumah tangga, keluarga, kemudian lembaga pendidikan non formal di masyarakat. Itu harus bersinergi bersama-sama untuk membentuk karakter Indonesia yang kuat,” tuturnya.

Sangadji menyampaikan bahwa saat mendesak seperti saat ini, mau tidak mau pemerintah juga harus turun tangan untuk membangun rasa percaya diri masyarakat, sehingga apa yang diucapkan oleh pemerintah ini bisa diikuti oleh masyarakat.

“Ada satu sisi yang paling ditakuti oleh pemerintah seluruh dunia, yaitu apa yang disebut dengan civil disobediences. Itu adalah suatu keadaan dimana pun atau apa pun yang dikatakan oleh pemerintah itu tidak didengar oleh masyarakat,” kata Sangadji.

Untuk mencegah itu terjadi, ia menyampaikan bahwa masyarakat harus dibangun kapasitas dan kesadaran tentang kehidupan berbangsa dan bertanah air.***