Demi Pulang ke Tanah Air, Niko Rela Lepaskan Gaji Rp 1 M di Tesla

TOTHEPOINT – Meskipun sudah memiliki karir cemerlang sebagai insinyur di Tesla selama tiga tahun, Niko Questera (32) pria asal Jakarta akhirnya memutuskan untuk resign dari perusahaan mobil listrik tersebut semenjak satu tahun setengah di awal ia bekerja.

“Cukup lama, satu tahun setengah mikirnya. Soalnya satu tahun setengah awal sudah langsung cukup capek. Tapi ya tentunya, pertama kali terngiang-ngiang tentunya uang,” ujar Niko.

Keputusan yang cukup beresiko itu berani diambil oleh Niko karena ia merasa harus keluar dari zona nyamannya dan sudah saatnya untuk pulang ke Indonesia. Langkah yang diambil Niko tentunya sudah melalui berbagai pertimbangan, termasuk soal gaji.

“Gaji di Tesla ya pasti di atas Rp 1 M pertahun. Gaji di Indonesia, belasan juta kali ya,” ungkap Niko.

Selama di Amerika, Niko juga menjadi bagian dari Ekrut, perusahaan recruitment asal Indonesia. Pada awalnya pekerjaannya dilakukan dengan me-remote dari Amerika. Sepulangnya dari Amerika, Niko langsung bekerja di perusahaan tersebut.

Setelah 2 tahun bekerja di kantor Ekrut yang berada di Jakarta, ia pun kembali keluar dari perusahaan tersebut dan beristirahat sejenak dari dunia otomotif. Namun, atas dorongan sang istri, Evani Jesslyn, Niko menjadi semangat untuk membuat karya dari dunia otomotif yang dikuasainya.

“Jadi berbagai macam clues, berbagai macam hint dari dunia. Akhirnya menunjukkan bahwa perlu saya bikin ini sekarang daripada nanti,” ujar Niko.

“Kita mau bikin suatu konsep di mana motor listrik, kendaraan listrik, sustainable energy, energi terbarukan. Karena motor sudah menjadi industri yang naik motor. Tapi ini menjadi suatu lifestyle,” lanjut Niko.

Niko kini menjadi CEO dari Quest Motors. Perusahaan swasta yang bergerak di kendaraan listrik buatan karya orang Indonesia. Berdiri pada awal tahun 2021, Quest Motors kini sudah mengeluarkan produk motor listrik yang sempat dipajang di acara GIIAS 2021 lalu.

“Jadi kita bikin 1 produk lifestyle, namanya Atom ini dan dimulai dengan Alpha. Di mana motor ini kecil, supaya semua orang itu bisa napak. Bagi yang belum pernah naik motor, belum pernah naik sepeda, atau mempunyai keseimbangan yang buruk, naik Atom Alpha ini akan jauh lebih mudah proses pembelajarannya,” ujar Niko.