Dandim 0907 Tarakan Sebut Komunikasi Sosial Jadi Kunci Tangkal Paham Radikalisme dan Separatisme

TOTHEPOINT-Komunikasi sosial, kata kunci yang paling terpenting dalam menangkal radikalisme serta separatisme.

Itu disampaikan Komandam Kodim 0907 Tarakan, Letkol Inf Eko Antoni Chandra Lestianto dalam kegiatan pertemuan bersama unsur Forkopimda belum lama ini.

Dijelaskan Dandim 0907 Tarakan, kegiatan komunikasi sosial (komsos), hubungan harmonis bisa dijalin dengan seluruh komponen bangsa.

Ini dalam rangka terwujudnya saling pengertian dan pemahaman tentang peran, fungsi dan tugas masing-masing.

“Sehingga dapat dilakukan pencegahan sedini mungkin munculnya berbagai permasalahan yang terjadi di wilayah jajaran Kodim 0907/Tarakan,” bebernya.

Dalam kegiatan tersebut, Dandim menjelaskan, penerapan komunikasi sosial bisa mencegah masuknya paham radikalisme ataupun separatisme.

Serta mewujudkan ketahanan wilayah yang kuat demi menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Dia menambahkan, peran serta seluruh masyarakat dalam mencegah radikalisme dan separatisme sangat di perlukan.

“Terutama terhadap lingkungan sekitarnya dan mau membuka wawasan serta mengembangkan cara berpikir seluas-luasnya,” ungkapnya.

Juga, bahu-membahu untuk memberikan pemahaman yang positif dan merangkul seluruh komponen bangsa serta mengambil tindakan preventif.

“Ini semua untuk mencegah radikalisme ataupun separatisme agar tidak berkembang di wilayah NKRI,” tuturnya.

Ia berharap, peran serta orang tua dalam mengawasi anak-anaknya juga sangat penting dilakukan agar tidak terpengaruh paham radikalisme atau separatisme.

Dengan situasi dan kondisi perkembangan zaman saat ini, sarana media sosial sudah bukan hal yang tabu lagi dan sangat dikhawatirkan.

Juga, bahu-membahu untuk memberikan pemahaman yang positif dan merangkul seluruh komponen bangsa serta mengambil tindakan preventif.

“Ini semua untuk mencegah raradikalisme ataupun separatisme agar tidak berkembang di wilayah NKRI,” tuturnya.

Ia berharap, peran serta orang tua dalam mengawasi anak-anaknya juga sangat penting dilakukan agar tidak terpengaruh paham radikalisme atau separatisme.

Dengan situasi dan kondisi perkembangan zaman saat ini, sarana media sosial sudah bukan hal yang tabu lagi dan sangat dikhawatirkan.

“Pengaruh media sosial yang negatif dapat mempengaruhi perkembangan generasi penerus bangsa kita,” jelasnya.

Sehingga ia berharap, andil orang tua sangat berperan dalam mengawasi anak-anaknya yang akan menjadi generasi penerus.

Ia menambahkan, paham radikalisme dan separatisme ini pada dasarnya sangat berbahaya bagi persatuan dan kesatuan bangsa.

“Mari kita sama-sama mencegah dan menangkal hal tersebut dengan menjalankan tugas tanggung jawab kita dalam kehidupan sehari-hari dengan sesama berlandaskan Pancasila. Dan tanpa memandang perbedaan latar belakang masing-masing individu,” ucapnya. (*)