Cegah Paham Radikalisme, Unesa Rintis Desa Pancasila

TOTHEPOINT – Untuk mencegah menyusupnya paham radikalisme di seluruh kalangan, butuh sinergitas semua pihak.

Dalam hal ini, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) punya formula khusus untuk mengantisipasi munculnya paham radikalisme di sekolah, di dalam kampus maupun di berbagai lingkungan lainnya.

Rektor Unesa Prof. Nurhasan mengatakan, paham-paham pemicu tindakan teror harus ditangkal dan diantisipasi kemunculannya sedini mungkin. Salah satunya dengan optimalisasi penanaman nilai-nilai Pancasila kepada para generasi bangsa.

Menurutnya, di Unesa, nilai Pancasila menjadi semangat dalam rancangan kurikulum. Nilai Pancasila disisipkan ke dalam mata kuliah dan termanifestasi dalam setiap penyelenggaraan pembelajaran di tiap kelas.

Rintis desa Pancasila

Selain itu, Unesa juga merancang program Pengabdian Kepada Masyarakat khusus untuk merintis Desa Pancasila di beberapa kabupaten di Jawa Timur.

Rektor menerangkan, rintisan desa Pancasila ini nantinya menjadi pusat-pusat penting pembinaan ideologi dan sebagai wadah pembumian Pancasila langsung di tengah-tengah masyarakat.

“Program kita tentu bukan hanya sekadar diskusi atau doktrinasi, tetapi benar-benar membawa Pancasila ke ranah inovasi, prestasi, dan kolaborasi di tengah masyarakat,” ujar Rektor Unesa seperti dikutip dari laman resmi Unesa, Jumat (14/5/2021).

Desa Pancasila itu, lanjut Rektor, juga akan terus diupayakan untuk menjadi desa percontohan dalam hal penanaman dan implementasi nilai-nilai Pancasila.

“Merintis Desa Pancasila ya memang menantang, tetapi akan gampang jika kita punya tekad dan bekerja sama untuk itu,” imbuhnya.

Dirikan Pusat Pembinaan Ideologi (PPI)

Untuk mengeliminir paham radikalisme, Unesa juga mendirikan Pusat Pembinaan Ideologi yang berfungsi sebagai wadah untuk membangun ideologi kebangsaan berbasis nilai Pancasila.

Pendekatan yang digunakan adalah berbasis pendidikan dan keilmuan. Rektor menjelaskan, PPI menjadi garda depan dalam mendeteksi dini munculnya gerakan yang berbahaya bagi keutuhan bangsa di dalam kampus.”Kalau terdeteksi, langsung ditangani dan diberi pembinaan khusus, sehingga paham-paham yang berbahaya itu lenyap dan tuntas,” tandas Rektor.

Kukuhkan Duta Bebas Radikalisme

Untuk mencegah paham radikalismeUnesa juga melibatkan mahasiswa. Oleh karena itu, Unesa juga mengukuhkan para mahasiswa sebagai duta bebas radikalisme.

Para duta itu memiliki tugas dalam melakukan sosialisasi dan menjadi garda depan dalam menakar muncul dan tumbuhnya gerakan ideologi yang bertentangan dengan pancasila di kalangan mahasiswa.

Wujud komitmen Unesa untuk membumikan nilai Pancasila adalah dengan membangun monumen Pancasila di Laboratorium Merdeka Belajar Unesa Lidah Wetan.

Lewat monument itu, Unesa meneguhkan nilai Pancasila yang terintegrasi dan menyemangati pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi di Unesa.

“Nafas pendidikan di Unesa adalah Pancasila. Pancasila adalah persatuan, keadilan, kemakmuran, kemajuan dan keunggulan masyarakat dan bangsa Indonesia. Itu yang kita upayakan,” tegasnya.(*)