Buru Sembilan Teroris Kelompok Ali Kalora, Satgas Madago Raya Tambah 192 Personel

TOTHEPOINT –Operasi Madago Raya diperpanjang hingga 30 Septermber mendatang. Dalam operasi untuk memburu teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso Sulawesi Tengah ini, Polri menambah jumlah personel.

Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Supranoto mengatakan Operasi Madago Raya diperpanjang. Dan kini telah memasuki tahap ke-3 pada tahun 2021. “Sebagaimana diketahui operasi dilaksanakan setiap 3 bulan,” katanya, dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/7/).

Dikatakannya, perpanjangan operasi ini telah dimulai sejak tanggal 1 Juli kemarin. Dalam perpanjangan operasi kali ini, tim satgas Madago Raya ketambahan personel sebanyak 192 orang dari pihak Polri.

Ratusan personel Polri yang masuk dalam Satgas Madago Raya ini akan ditempatkan di sejumlah pos sekat di tiga kabupaten, yakni Poso, Sigi, dan Parigi Moutong.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat, hari ini atau besok, personel Satgas Madago Raya sudah bergabung di Poso dan sekitarnya. Personel yang terlibat di Madago Raya lebih dari 1.500 orang,” katanya.

Ia berharap mencapai target selesai di akhir Juli sesuai dengan harapan Kapolri. Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol. Abdul Rakhman Baso mengimbau seluruh pihak untuk tidak pernah membantu kelompok tersebut.

Dari beberapa logistik yang ditemukan, kata Kapolda, ditengarai berasal dari simpatisan kelompok itu. “Yang paling penting jangan simpati kepada teroris yang melakukan teror kejahatan kepada masyarakat,” katanya menegaskan.

Hingga kini, keberadaan Ali Kalora belum diketahui. Dari data kepolisian, sisa kelompok tersebut berjumlah sembilan orang.

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sudah menerbitkan Surat Telegram Nomor STR/556/OPS.1.3/2021 tertanggal 26 Juni 2021 tentang Perpanjangan Masa Operasi Madago Raya 2021 di Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kasatgas Humas Operasi Madago Raya Kombes Didik Supranoto menyebutkan, Surat Telegram Kapolri itu ditandatangani Asisten Operasi Kapolri Irjen Imam Sugianto yang menjelaskan tentang Operasi Madago Raya dilanjutkan ke tahap III.

“Telegram tersebut menegaskan bahwa operasi kepolisian kewilayahan Polda Sulteng di-‘backup’ Mabes Polri dan TNI dengan Sandi Operasi Madago Raya-2021 Tahap II berakhir pada tanggal 30 Juni 2021 dan akan dilanjutkan dengan Operasi Madago Raya Tahap III dimulai tanggal 1 Juli hingga 30 September 2021,” kata Didik dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (5/7/2021).

Didik menjelaskan, dengan perpanjangan masa Operasi Madago Ray 2021 maka pencarian terhadap kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Kelompok Ali Kalora terus dilanjutkan.

Dalam Operasi Madago Raya Tahap III ini, kata Didik, pelibatan kekuatan pasukan tidak jauh beda dengan tahap II, fokus satuan tugas adalah melakukan pencarian, pengejaran, penangkapan, dan penegakan hukum terhadap sembilan DPO MIT Poso.

Operasi ini dilaksanakan dalam rangka penegakan hukum terhadap kejahatan teroris untuk mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Sulawesi Tengah. “Teroris musuh bersama, Negara tidak boleh kalah dengan teroris,” tegas Didik.

Polda Sulteng mengimbau pelaku tindak pidana terorisme di Kabupaten Poso dan tergabung dalam MIT Poso yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sebaiknya menyerahkan diri. “Polda Sulteng bersama tokoh agama akan menjamin keamanan, keselamatan, dan perlakuan sesuai dengan hak asasi manusia,” kata Didik.

Operasi Satgas Madago Raya dimulai 1 Januari hingga 31 Maret 2021 sebelumnya dinamai dengan Satgas Operasi Tinabalo yang dibentuk untuk memburu terduga kelompok garis keras MIT Pimpinan Ali Kalora yang buron atau masuk daftar pencarian orang (DPO).

Operasi Madago Raya ini telah diperpanjang dari 1 April hingga tiga bulan ke depan (31 Juli 2021). DPO MIT Poso yang diburu Satgas Operasi Madago Raya (gabungan TNI-Polri) saat ini masih tersisa sembilan orang dari 11 orang DPO.