Bukan Hanya Perang, Ini Makna Jihad yang Sesungguhnya

Tothepoint, Jakarta- Akhir-akhir ini, Jihad menjadi hal yang kerap diperbincangkan di Indonesia. Bahkan ada yang mengubah redaksi adzan menjadi ajakan berjihad.

Hal demikian terjadi lantaran masih banyak yang salah paham terhadap makna jihad sebenarnya.

Karena itu, dalam buku yang berjudul Damai Bersama Alqur’an, Muchlis M, Hanafi bersama peneliti lainnya mecoba meluruskan makna jihad yang sebenarnya. Menurut Muchlis, jihad memang merupakan salah salah satu istilah yang sering disalahartikan.

Kata Muchlis, selama ini banyak masyarakat yang mengartikan jihad secara sempit, yakni ajakan berperang, senjata, darah, dan kematian.

Bagi mereka, kewajiban berjihad dimaknai sebagai kewajiban memerangi orang-orang kafir dan orang-orang munafik sampai mereka masuk Islam. Padahal, menurut Muchlis, perang hanyalah salah satu bentuk jihad yang dilakukan dalam kondisi tertentu.

“Pemahaman itu tidak benar. Jihad tidak hanya berarti berperang secara fisik dengan mengangkat senjata, tetapi mempunyai arti yang luas,” kata Muchlis dikutip dari buku Damai Bersama Alqur’an

Dia menuturkan, secara lughawi (bahasa), perkataan Jihad berasal dari kata “jahd” yang mengandung arti “kesulitan” atau “kesukaran”. Menurut dia, jihad adalah aktivitas yang mengandung kesulitan dan kesukaran.

Ada pula yang berpendapat perkataan jihad berasal dari kata “Juhd” yang berarti kemampuan. Jihad dengan demikian berarti mengerahkan segala kemampuan untuk melakukan perbuatan demi mencapai tujuan tertentu.

Dari akar yang sama juga lahir kata ijtihad dan mujahadah. Ijtihad, yang merupakan istilah dalam bidang fikih, berarti menghancurkan pikiran untuk menetapkan hukum agama tentang suatu kasus yang tidak terdapat hukumnya secara jelas dalam Alquran dan sunnah.

Sedangkan Mujahadah, merupakan istilah dalam bidang akhlak/tasawuf, berarti perjuangan melawan hawa nafsu (jihad an-nafs) dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah.

Menurut Muchlis, kata jihad, ijtihad, dan mujahadah, walaupun mempunyai konteks yang berbeda dalam penggunaannya, tetapi semuanya mengandung arti mencurahkan kemampuan dan melakukan perbuatan yang mengandung kesulitan untuk mencapai tujuan tertentu. (Pnd)

/https://www.google.com/amp/s/m.republika.co.id/amp/qkniy3366