Buat Kamu Anak Kos, Begini Cara Sehat Makan Mie Instan

Tothepoint.id- Mi instan tak diragukan lagi menjadi salah satu makanan yang paling digemari oleh masyarakat Indonesia. Selain terjangkau, mi instan juga mudah disajikan.

Harga yang pas dengan kantong tersebut membuat mi instan seakan tidak dapat dipisahkan dari kalangan mahasiswa atau buruh pabrik sekalipun.
Namun, mi instan tinggi akan kandungan lemak, kalori, natrium dan sulit dicerna oleh tubuh.

Hal-hal tersebut bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti tekanan darah tinggi dan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke atau diabetes.

Tapi, tak ada salahnya jika mau mengonsumsi mi instan sesekali.

  1. Campur dengan sayuran

Seperti diungkapkan oleh Ahli Gizi Dr dr Samuel Oetoro MS SpGK kepada Kompas.com beberapa waktu lalu, serat yang terkandung dalam sayur-sayuran dapat mengganggu penyerapan gula atau karbohidrat.

Memasukkan sayur-sayuran ke dalam mi instan juga dapat dapat membantu mengontrol kolesterol tubuh.

Disarankan untuk tidak merebus sayuran terlalu lama. Sayuran direbus, lalu dicampurkan dengan mi instan yang diolah dengan bumbu sendiri.

Pada ulasan terpisah, disebutkan beberapa sayuran yang bisa dijadikan pendamping mi instan antara lain brokoli, selada air, bawang bombany, dan daun bawang.

  1. Ganti bumbunya dengan buatan sendiri

Kandungan natrium atau garam dalam bumbu mi instan sangatlah tinggi. Sejumlah risiko kesehatan mengintai kita juga terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi garam, salah satunya masalah hipertensi.

Menurut Dietary Guidelines for American, tubuh manusia harus menerima kurang dari 2.300 mg garam per hari dan 1.500 mg bagi setiap orang di atas usia 50 tahun.

  1. Tambahkan protein

Tambahkan protein ke dalam mi instan yang kamu konsumsi agar gizinya lebih lengkap. Umumnya, orang akan menambahkan telur karena praktis dilakukan dan stok telur mudah disimpanKamu bisa mengolah telur menjadi telur dadar, telur mata sapi, telur apung (poached egg), atau cara mengolah lainnya yang kamu suka.

Satu butir telur mengandung vitamin A, asam folat, vitamin B5, vitamin B12, vitamin B2, fosfor, selenium, vitamin D, vitamin E, vitamin K, vitamin B6, kalsium, dan seng.

Jika tidak menyukai telur, kamu juga bisa menambahkan irisan daging tanpa lemak.

  1. Jangan makan terlalu sering

Selain melengkapi mi instan yang dikonsumsi dengan bahan-bahan yang mengandung gizi penting, kamu juga perlu membatasi jumlah mi instan yang dikonsumsi.

Banyaknya kandungan yang tidak baik di dalam mi instan membuatnya buruk untuk jangka panjang jika dikonsumsi terlalu sering.

Lalu, berapa jumlah porsi mi instan yang masih dikatakan aman?

Sebetulnya, tak ada saran rekomendasi jumlah konsumsi mi instan karena makanan ini tidak dianggap sebagai pengganti makanan pokok.

Mumpung sekarang sedang di tanggal tua, ada benarnya jika kalian menerapkan cara-cara di atas. Selamat mencoba. (PND)