Bidik Investasi Rp54 Triliun, Indonesia Jalin Kerjasama dengan Abu Dhabi

TOTHEPOINT – Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA) sebagai lembaga pengelola dana abadi, membentuk konsorsium dengan Abu Dhabi (Abu Dhabi Investment Authority/ADIA), perusahaan pengelola dana pensiun Kanada Caisse de dépôt et placement du Québec (CDPQ), dan APG Asset Management.

Direktur Utama LPI/INA Ridha Wirakusumah menyebut konsorsium akan menjadi wadah investasi yang fokus pada proyek-proyek strategis di bidang infrastruktur, seperti pembangunan atau pengambilalihan jalan tol.

Melalui rilis resmi, Ridha mengungkapkan dalam enam bulan ke depan akan gencar mengevaluasi kesempatan investasi di jalan tol. Targetnya, investasi senilai Rp54 triliun atau US$3,75 miliar yang bakal digelontorkan.

Ia menyebut bahwa dengan bergabungnya berbagai investor besar di awal proyek menunjukkan besar keyakinan investor global terhadap potensi ekonomi Indonesia.

Pemerintah Indonesia sudah mengeluarkan Rp15 triliun pertama dan akan kembali menyuntikkan Rp60 triliun tambahan pada 2021.

“Kami percaya ini adalah awal yang positif untuk lebih banyak kolaborasi antara kami dan investor lain di banyak tempat sektor di Indonesia,” tutur Ridha, Jumat (21/5).

Di kesempatan terpisah, Ridha mengatakan setidaknya ada 34 proyek jalan tol yang akan ditawarkan ke investor, terdiri dari 14 proyek tol milik Waskita Karya, 15 tol Jasa Marga, dan 5 tol Hutama Karya.

Tol Waskita Karya, misalnya Tol Kanci-Pejagan, Tol Pejagan-Pemalang, dan Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat. Untuk tol milik Jasa Marga, seperti Tol Gempol-Pasuruan, Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, dan Tol Pandaan-Malang.

Sedangkan tol dari Hutama Karya, yaitu Tol Medan-Binjai dan Tol Pekanbaru-Dumai. Lalu, ada juga beberapa bandara yang akan ditawarkan dari PT Angkasa Pura I (Persero) dan PT Angkasa Pura II (Persero).

Ia menerangkan bandara akan sangat menarik karena sudah memiliki kapasitas penumpang yang tinggi, yaitu berkisar 13-23 juta penumpang.

Sementara, untuk pelabuhan milik PT Pelabuhan Indonesia I-IV.

“Ini kalau digabungkan bisa menjadi pemain terbesar ke-9 di dunia,” imbuh Ridha sebelumnya.

Di luar infrastruktur, Ridha mengatakan berbagai sektor yang akan digarap LPI pada masa depan, yaitu infrastruktur digital, logistik, pelayanan kesehatan, energi baru terbarukan, pengelolaan sampah, konsumer, teknologi, hingga pariwisata.

Ridha turut membagi karakteristik dana yang dicari LPI, yakni ekuitas dan bukan utang. Lalu, investasi sesuai kesepakatan dari individu hingga rekanan.(*)