Bibit Radikal Jadi Ancaman Negara, Pangdam XII Tanjungpura Imbau Tumbuhkan Toleransi yang Tinggi

TOTHEPOINT –Kodam XII Tanjungpura menggelar Focus Groub Discusion (FGD) Komunikasi Sosial mencegah dan menangkal radikalisme di Kalimantan Barat.

Bertempat di aula Sudirman Makodam XII Tanjungpura, Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari organisasi kepemimpinan dan kemahasiswaan yang ada di Kalimantan Barat.

Selaku pemateri, Kodam XII Tpr menghadirkan Ustadz Sofyan Tsauri, yang merupakan mantan Narapidana Terorisme Jaringan Al Qaida Asia Tenggara, rektor Universitas Tanjungpura Pontianak Prof. Garuda Wiko, serta Kepala Kesbangpol Provinsi Kalbar.

Panglima Kodam XII Tanjungpura Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad mengatakan, dalam negara pasti ada ancaman, dan satu diantara ancaman negara saat ini ialah bibit radikalisme yang dapat berkembang menjadi terorisme.

“Ancaman ini tentunya merusak sendi – sendi berbangsa dan bernegara, dalam rangka menghadapi ancaman itu sejak dini harus di cegah,” tuturnya.

Seperti disampaikan, Sofyan Tsauri, terorisme bermula dari sikap Intoleransi yang kemudian berkembang menjadi radikal, dan lalu menjadi terorisme. Oleh sebab itu pihaknya menggelar komunikasi sosial pada tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemuda untuk mengetahui indikasi – indikasi ini sejak dini.

  • Dampingi Pangdam, Martin Tegaskan Pemkab Ketapang Berupaya Keras Tangani Covid-19

“Ini kan halus sifatnya, yang diserang ialah persepsi,cara berpikir, dengan tokoh – tokoh yang kita hadirkan, kita berharap semua menjadi waspada, bisa menemukenali sejak dini, tentang indikasi – indikasi tentang itu,”ujarnya.

Dikatakan jendral bintang 2 itu, terkadang orang terpapar paham terorisme tidak sadar bahwa dirinya sudah terpapar, dan ketika sadar orang tersebut sudah menjadi teroris.

“Mari kita jaga bersama, kita mawas diri, apalagi saat ini perkembangan IT sangat pesat. Kita juga harus bijak, dalam menggunakan media sosial, kit harus bisa memilah – milah, berita dan informasi yang ada, jadi sejak awal kita harus punya daya tangkal,,”tuturnya

Oleh sebab itu ia berharap seluruh pihak dapat bersama menumbuhkan rasa toleransi yang tinggi, dan output beragama ialah ahlak yang baik. “Dari ahlak yang baik itu, pasti orang menghormati sesama, timbul tenggang rasa kepada orang lain,'”jelasnya.

Pandam mengatakan, program ini diikuti oleh seluruh Kodim di jajaran Kodam XII Tanjungpura di provinsi Kalbar dan Kalteng, diharapkannya seluruh jajaran dan stakeholder terkait dapat memberikan penangkalan dini terkait bahaya Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme.