Beri Keterangan Tidak Sesuai Saksi, Eks Mensos Juliari Diminta Jujur di Persidangan

TOTHEPOINT –Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta mengingatkan mantan Menteri Sosial Juliari Batubara untuk jujur dalam memberikan keterangan di persidangan. Peringatan ini disampaikan Majelis Hakim kepada Juliari yang dihadirkan sebagai saksi perkara suap pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek dengan terdakwa mantan pejabat pembuat komitmen (PPK) Kemsos, Adhi Wahyono dan Matheus Djoko, Jumat (9/7/2021).

“Banyak yang tidak sesuai dengan keterangan saksi. Saya minta saudara jujur, saya mohon saudara jujur. Dari klarifikasi yang dilakukan dalam sidang ini banyak yang tidak sesuai keterangan saksi,” kata Ketua Majelis Hakim, Muhammad Damis dalam persidangan.

Peringatan itu disampaikan lantaran Juliari kerap menjawab tidak tahu dan tidak pernah saat ditanya sejumlah hal oleh penasihat hukum dua terdakwa. Mulai dari terkait pungutan fee kepada vendor pengadaan bansos, penunjukkan vendor, hingga fee lawyer.

“Saudara jangan menyulitkan saudara sendiri. Ini dua orang terdakwa bisa jadi saksi masalah yang baru terhadap saudara. Jangan anggap apa yang saudara hadapi saat ini tidak akan muncul persoalan baru kalau saudara tidak jujur,” kata Hakim Damis mengingatkan. “Baik yang mulia,” jawab Juliari singkat.

Diketahui, Jaksa KPK mendakwa mantan pejabat pembuat komitmen (PPK) Kemensos Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono menerima suap bersama mantan Mensos Juliari Peter Batubara. Adi dan Joko didakwa berperan mengumpulkan fee dari para vendor dan menyerahkannya ke mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara. Total suap yang diterima Juliari berdasarkan dakwaan jaksa KPK mencapai Rp 32,482 miliar.

Uang suap yang diterima Juliari Batubara melalui Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso itu berkaitan dengan penunjukan sejumlah perusahaan penggarap proyek bansos Covid-19, seperti PT Pertani, PT Mandala Hamonganan Sude dan PT Tigapilar Agro Utama serta sejumlah vendor lainnya.