Berapa Kontribusi Freeport untuk Perekonomian Indonesia?

TOTHEPOINT-Papua, wilayah yang keamanannya tengah diguncang oleh gerakan yang disebut pemerintah Indonesia sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), sangat kaya akan sumber daya alam. Salah satu kekayaan besar yang melimpah di bumi Papua adalah emas.

Komoditas inilah yang ditambang PT Freeport Indonesia sejak Papua digabungkan ke Indonesia pada 1969.

Dimulai dari Tambang Erstberg dan kemudian Tambang Grasberg, sudah 5 dekade Freeport menambang emas dan tembaga di Papua. Di Grasberg, Freeport telah melakukan kegiatan pertambangan sejak 1991 alias sudah 30 tahun.

Seberapa besar kontribusi Freeport terhadap perekonomian Indonesia, khususnya Papua?

Dikutip dari data PT Freeport Indonesia, pemerintah Indonesia telah menerima 61 persen manfaat langsung dari operasi Freeport.

Pajak-pajak, royalti, dan dividen yang dibayar Freeport kepada pemerintah Indonesia sejak 1992 sampai 2020 mencapai USD 21,1 miliar atau setara dengan Rp 305,95 triliun (dengan asumsi kurs dolar Rp 14.500).

Dari total setoran ke negara sebesar USD 21,1 miliar itu, USD 1,602 miliar berasal dari dividen, USD 2,598 miliar dari royalti, dan pajak serta pungutan lainnya USD 16,858 miliar.

Pajak dan pungutan yang dimaksud meliputi PPh Badan, PPN, PBB, Iuran tetap, Pajak Karyawan, PDRB, Bea Masuk, Pajak dan Retribusi Daerah.

Freeport juga mengeklaim telah menginvestasikan USD 7,7 miliar atau Rp 107,3 triliun untuk infrastruktur dan memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar lebih dari USD 60 miliar atau Rp 870 triliun sejak 1992.

Kontribusi terhadap PDB itu berasal dari pembayaran gaji karyawan, pembelian dalam negeri, pengembangan masyarakat, pembangunan daerah, dan investasi dalam negeri.

Selain itu, Freeport mengaku menciptakan 210.000 kesempatan kerja di Indonesia, terdiri dari 64.000 kesempatan kerja di Papua dan 146.000 kesempatan kerja di luar Papua.

Menurut kajian LPEM-UI, dampak ekonomi dari operasi PT Freeport Indonesia tahun 2018 mencapai 67,7 persen dari Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Mimika.

Untuk PDRB Provinsi Papua, kontribusi Freeport mencapai 34 persen. Secara nasional, dampak ekonomi Freeport sebesar 0,78 persen terhadap PDB Indonesia.

Masih berdasarkan kajian LPEM-UI, Freeport membentuk 44 persen dari pemasukan rumah tangga di Provinsi Papua, membiayai 50 persen dari program pengembangan masyarakat sektor tambang di Indonesia, dan membayar 1,7 persen dari total APBN.(*)