Bekerjasama dengan BNPT, Udaya Punya Semangat Bendung Radikal Terorisme Di Kampus

TOTHEPOINT –Prof Dr. dr. I Putu Gede Adiatmika mewakili rektor Udayana menyampaikan bahwa Udaya memiliki semangat yang sama dalam rangka pencegahan radikal terorisme dikalangan kampus, selalu mengamalkan semangat kebangsaan, toleransi dan cinta tanah air pada segenap civitas academica dengan harapan mereka dapat mengamalkan ilmunya kelak di masyarakat dengan semangat yang sama dan mengedepankan niali-nilai cinta tanah air.

Hal itu disampaikan saat audensi dalam rangka pelaksanaan kegiatan lomba microblog dan infografis dengan Universitas Udaya Bali di ruang Rektorat Kampus Bukit Jimbaran, Kabupaten Badung pada kamis (16/9/2021). Kegiatan itu merupakan kerja sama antara Udayana dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Bali. Dilansir Jamberita.com.

Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Informasi, Prof. Dr. dr. I Putu Gede Adiatmika, M.Kes beserta jajaran menerima Kasubdit Pengaman Lingkungan BNPT Kolonel Czi Rahmad Suhendro.

Ketua FKPT Bali yang diwakili Kabid Penelitian Dr. Andi Udin Saransi, menyampaikan bahwa FKPT adalah mitra BNPT di daerah yang hadir untuk mencegah radikal terorisme dan mempererat silaturami serta kebersamaan dengan segala kelompok lapisan masyarakat untuk menjaga Negera Kesatuan Republik Indonesia dari bahaya radikal terorisme.

Kasubdit Pengamanan Lingkungan BNPT, Kolonel Czi Rahmad Suhendro mengatakan bahwa terorisme adalah extra ordinary crime, kejahatan kemanusiaan dan kejahatan pidana. Olehnya penaganannya harus secara komprehensif dan holistik karena akar terorisme adalah radikalisme yang menjiwai gerakannya.

BNPT sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh Universitas Udayana sejak masuknya mahasiswa baru dengan memberikan vaksin radikal terorisme yang berpotensi tersemai di kampus.

Rahmad melanjutkan karena menurutnya, akar masalah besar dari terorisme adalah persoalan ideologi yang menyimpang yang menjadi motif salah satunya adalah ingin mengganti ideologi negara, kebencian, dendam ketidakpuasan dan pemahaman agama yang salah, sehingga penguatan masyarakat khususnya dilingkungan kampus adalah penting dilakukan karena radikal terorisme adalah musuh Bersama yang merupakan ancaman atas keberlangsungan berbangsa dan bernegara.

Dunia maya, kata dia, adalah salah satu tempat yang menjadi pilihan kelompok radikal terorisme melakukan propaganda untuk melakukan perekrutan, penggalangan dana dan membuat konten yang menampilkan berita kebohongan dan kebencian, untuk itu saatnya kita bersama membajiri media sosial dengan konten-konten positif salah satunya dengan membuat konten microblog dan Infografis.

” Formulasi soft approach yang dilakukan BNPT kepada kaum milenial agar tidak mudah terprovokasi dan bagaimana melibatkan mereka dalam melakukan pencegahan radikal terorisme dengan caranya sendiri” tegasnya.***