Begini Penjelasan BMKG Soal SMS Blasting Peringatan Tsunami

Gempa dengan kekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (10/4)
Gempa dengan kekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (10/4)

TOTHEPOINT – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah bahwa pesan singkat yang beredar kepada sejumlah masyarakat terkait peringatan dini tsunami merupakan ulah peretas (hacker).

“Bukan (hacker),” bantah Kepala bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, Minggu (30/5).

Baca juga: Sepeda Motor ‘Oleng’ Saat Lintasi Jalan Tambal Sulam
Dia menjelaskan kalau SMS sebenarnya adalah material untuk tes warning yang secara tidak terduga keluar atau disebarkan oleh sistem diseminasi informasi gempa dan peringatan dini tsunami.

Daryono menyebut sistem diseminasi saat ini masih dalam proses pengembangan dan akan dilakukan tes pada Juni nanti.

“Sistem diseminasi informasi gempa dan peringatan dini tsunami masih dalam proses pengembangan yang akan dilakukan tes pada Juni nanti. Namun, ada gangguan sistem yang menyebabkan tes warning ujicoba itu keluar,” paparnya.

Buntut dari penyebaran SMS, Daryono mengatakan pihaknya segera melakukan klarifikasi dengan SMS susulan yang membantah peringatan dini tsunami.

Lebih jauh, ia menyebut saat ini BMKG masih dlm proses pengembangan sistem back up Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) di Bali sebagai cadangan bila sistem di pusat mengalami gangguan.

Dalam prosesnya, ia menjabarkan ada tiga tahap, yakni monitoring atau observasi, kemudian prosesing gempa dan peringatan dini tsunami. Kedua proses ini, lanjutnya, berjalan dengan baik.

Tahap ketiga, yaitu diseminasi informasi lah yang masih dikembangkan, sehingga terjadi penyebaran SMS test warning yang dijadwalkan dilakukan Juni mendatang.

Bantahan Daryono dikeluarkan menyusul kecurigaan Pakar Keamanan Siber dari CISReC Pratama Persada. Dia menduga pesan singkat atau SMS yang dikirim serentak dilakukan oleh peretas, bukan dari kesalahan sistem.

Pasalnya, ia menjelaskan, pesan singkat yang disebar oleh BMKG biasanya lebih lengkap dan terperinci.

“Kalau itu [blasting SMS] dilakukan oleh BMKG, enggak mungkin formatnya begitu. Saya menduga itu di-hack, bukan kesalahan sistem,” ujar Pratama, Kamis (27/5).

Jika ada bencana, kata dia, pesan singkat yang isinya imbauan itu biasanya akan lengkap dengan keterangan jam, tanggal, titik kedalaman bencana hingga sebaran lokasi yang mengalami bencana.

“Lihat saja di SMS-nya. Penulisannya itu tidak sesuai dengan apa yang biasa BMKG tulis di SMS,” pungkasnya.

Adapun pesan yang dimaksud berisikan peringatan dini tsunami akibat gempa berkekuatan magnitudo 8,5. Pesan tertanggal 4 Juni 2021.

“Peringatan Dini Tsunami di JATIM NTB BALI NTT JATENG Gempa Mag:8.5 04-Jun-21 10:14:45WIB Lok:10.50LS 114.80BT Kdlmn:10Km::BMKG,” kutip pesan KonifoBMKG pada pukul 09.24 WIB.

Setengah jam kemudian, Kominfo BMKG menyampaikan permohonan maaf terkait pesan itu.

“Mohon maaf terjadi kesalahan system pengiriman TEST-Peringatan Dini Tsunami di JATIM NTB BALI NTT JATENG …::BMKG,” kutip Kominfo BMKG.(*)