Badan Penanggulangan Bencana Daerah Menyatakan Akibat Karhutla 248,9 Hektare lahan di daerah Riau Terbakar

Tothepoint.id– Edwar Sanger selaku  Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi (BPBD) Riau, Selasa lalu mengatakan bahwa luas lahan yang terbakar mencapai 248,95 hektare. Terhitung sejak awal Januari 2021 sampai sekarang.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Lahan gambut se luas 82 hektare (ha) di Bengkalis merupakan kebakaran lahan paling luas.

Kebakaran lahan juga terjadi di Kabupaten Siak (45 ha), Kota Dumai (40 ha), Kabupaten Indragiri Hilir (40 ha), Kabupaten Pelalawan (26 ha), Kepulauan Meranti (4 ha), Indragiri Hulu (5 ha), dan Rokan Hilir (5 ha).

Syamsuar selaku Gubernur Riau menetapkan dari pertengahan Februari hingga 31 Oktober 2021 merupakan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan di wilayahnya.

“Kita juga sudah menurunkan tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan Manggala Agni, termasuk bantuan pemadaman dari perusahaan di sekitar lokasi kebakaran,” katanya.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, pada selasa pagi sekitar 20 titik panas terdeteksi oleh satelit. Ini merupakan indikasi awal kebakaran hutan dan lahan di Pulau Sumatera dan 15 di antaranya ada di Riau.

15 titik di Provinsi Riau tersebut meliputi; Kabupaten Siak (10), Kota Dumai (2), Pelalawan (2), dan Indragiri Hilir (1).

Wakil Gubernur Riau Edy Narat Nasution berharap semua pihak turut membantu mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

“Kalau sudah meluas, (pemadaman) itu biaya mahal, bisa sampai triliunan, butuh waktu yang lama dan personel yang banyak untuk mengatasinya. Jadi pencegahan harus dilakukan sejak awal,” demikian Edy Natar Nasution.