Antisipasi Serangan KKB, PON Papua Bakal Dijaga Ketat Selama 24 Jam dan Dilengkapi Drone Canggih

TOTHEPOINT-Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua tidak lama lagi akan digelar. Persiapan terus dilakukan panitia. Masalah keamanan menjadi salah satu perhatian utama.

Sesuai rencana PON XX Papua akan digelar mulai 2 Oktober sampai 15 Oktober 2021. Namun beberapa pertandingan ada yang sudah bertanding sejak 23 September 2021.

Keamanan di Papua jadi sorotan. Pasalnya Papua akhir-akhir ini diguncang masalah kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Kontak tembak dengan aparat keamanan cukup sering terjadi. Bahkan pemerintah Indonesia baru menetapkan KKB dalam daftar kelompok teroris.

Walau demikian Sekum PB PON XX Elia Loupatty menegaskan para peserta ajang bergengsi ini tak perlu khawatir. PB PON XX sudah berkoordinasi dengan TNI-Polri untuk pengamanan.

Penjagaan ketat akan dilakukan di seluruh venue dan penginapan peserta PON XX Papua.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah, TNI, Polri, dengan Pangdam Cendrawasih dan Kapolda Papua. Insiden yang terjadi akhir-akhir ini jauh dari lokasi PON XX. Perlu naik pesawat kecil. Jadi tidak perlu khawatir soal keamanan,” kata Sekum PB PON XX Elia Loupatty

“TNI-Polri akan menjadi lokasi pertandingan dan penginapan atlet PON XX dengan ketat selama 24 jam. Kapolda dan Pangdam Cendrawasih sudah menjamin keamanan pelaksanaan PON XX,” lanjut Elia.

Bahkan Papua akan menerjunkan peralatan canggih untuk mengamankan arena pertandingan berupa drone.

“Untuk pengamanan di kita saya mau tekankan bahwa kita dilengkapi juga dengan teknologi canggih untuk PON ini. Kita pakai drone yang kita sediakan oleh PB PON kepada pengamanan. Drone ini sebenarnya peralatan militer kita bantu kepada tim pengamanan kita, di pengamanan itu ada Polda dan Pangdam,” ujar Ketua Bidang II PB PON Roi Letlora.

Drone yang akan dikerahkan berjumlah tiga buah. Drone tersebut akan berada di empat wilayah yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Merauke.

Khusus untuk venue yang berada di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura hanya akan ditangani satu drone.

“Drone ini dilengkapi alat detektor wajah yang kapasitas drone ini bisa mendeteksi di atas 3 KM dari venue. Sehingga bisa melihat kerumunan bahkan wajah juga terdeteksi,” kata Roi.(*)