Antisipasi Pemudik, Pengamanan di Jalur Tikus Perbatasan Papua Diperketat

TOTHEPOINT-Kepolisian Daerah Papua Barat memperketat penjagaan di sejumlah jalur tikus yang ada di wilayah perbatasan guna mencegah warga yang nekat mudik di tengah pandemi Covid-19.

Langkah ini menyusul larangan mudik bagi seluruh masyarakat di Papua Barat pada Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah seperti yang dikeluarkan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 untuk memutus penyebaran virus corona.

“Untuk Papua Barat akan diperketat kembali pengamanan di kawasan perbatasan. Kita akan tempatkan personel berjaga-jaga di perbatasan untuk antisipasi warga yang nekat pulang kampung mudik melalui jalur yang tidak disangka-sangka, seperti jalur tikus,” kata Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Tornagogo Sihombing dalam siaran pers.

Tornagogo tak menginginkan aksi mudik di tengah pandemi kembali terulang meski sudah ada larangan dari pemerintah setempat, seperti pada tahun 2020 lalu. Pengalaman ini menjadi acuan aparat mewaspadai pemudik pada tahun ini.

“Tahun lalu sebenarnya sudah ada larangan mudik hari raya, namun tidak dipungkiri, masih ada beberapa warga yang nekat pulang kampung untuk mudik. Misalnya dengan menggunakan kapal ikan,” ungkap jenderal bintang dua ini.

Sejauh ini belum diketahui berapa jumlah personel yang akan dikerahkan aparat kepolisian untuk mengantisipasi pemudik yang nekat masuk wilayah Papua Barat. Namun, Polda Papua Barat memastikan akan menempatkan personel di jalur tikus yang kerap digunakan pemudik menuju kampungnya.

Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Adam Erwindi menambahkan, larangan mudik bertujuan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Dia pun berharap masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah daerah setempat.

“Larangan mudik untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat agar tidak mudik. Mengingat saat ini angka penyebaran Covid-19 kembali meningkat lagi,” tandasnya.(*)