Anjing Dari Masa Silam di Papua

Istimewa
Lady Foot, salah satu anjing langka yang ditemukan di dataran tinggi New Guinea. Republika.co.id

Tothepoint.id, Papua – Anjing langka ditemukan di Papua. Anjing jenis ini sangat primitif dan berasal dari masa silam. Tak hanya itu, anjing ini juga dikenal bertuah oleh masayrakat adat Papua.

Setelah ramai dibicarakan di paltform sosial media, twitter. Anjing ini menjadi perhatian pengguna internet di Indonesia. Berawal dari unggahan akun Twitter @anagdianto pada 23 Juli 2020, yang menampilkan foto anjing. Akun @anagdianto menyebutnya sebagai anjing  bernyanyi Papua.

Hewan ini memiliki nama latin New Guinea singing dog. Anjing ini dianggap punah, semenjak terjadinya pemekaran wilayah dan semakin gencarnya pembangunan di wilayah pegunungan Papua, sehingga membuat ruang jelajah dan kehidupan Papua Singing Dog ini menjadi menyepit.

Anjing Yang Bisa Bernyanyi

“Anjing Menggonggong, Khafilah Berlalu” nampaknya peribahasa ini tak cocok bagi Anjing dari Papua ini. Sebab anjing langka yang unik ini ternyata tidak menggonggong. Anjing ini malah bernyanyi.

New Guinea singing dog. Anjing yang satu ini hanya bisa melolong sehingga terdengar seperti sedang bernyanyi.

Hari Susanto, seorang Peneliti Balai Arkeologi Papua menjelaskan, anjing ini juga sangat sensitif terhadap cahaya bulan purnama dan kerap melolong pada momen tersebut.

Tak Punya “Jejak” Penelitian

Meskipun foto anjing bernyanyi Papua ini viral, sayangnya anjing yang diyakini sebagai salah satu spesies endemik asli Papua ini ternyata masih sangat minim kajian dan literatur yang membahasnya.

Hal ini terkomfirmasi dari Kepala Balai Taman Nasional Lorentz Anis Acha Sokoy. Ia mengatakan, belum ada kajian khusus mengenai binatang tersebut.

“Sampai sejauh ini belum diadakan kajian lebih mendetail untuk mengetahui jumlah populasi. Jenis (anjing) ini pun belum pernah dilakukan kajian secara genetik untuk mengklasifikasikan nama spesiesnya itu apa,” seperti yang dikutip dari Kompas.com saat mereka mewawancarai Anis lewat sambungan telepon.

Keberadaan anjing ini menjadi ajang baru pemburu gambar, para fotografer, baik dari dalam ataupub luar negeri sengaja datang ke Wamena hingga Cartenz untuk mendokumentasikan hewan langka tersebut.

Tak hanya langka dan primitif, masayrakat setempat juga percaya bahwa anjing bernyanyi ini sangat bertuah.

Hasil penelitian Hari Suroto dari Balai Arkeologi mengatakan, beberapa ahli menganggap anjing bernyanyi Papua sebagai salah satu anjing primitif yang diperkenalkan kepada penduduk dataran tinggi Papua sejak beberapa ribu tahun silam.

Selain sudah ada sejak ribuan tahun silam, tentu anjing bernyanyi Papua ini bisa dibilang salah satu hewan yang sangat sakral, karena hidup bersama beberapa suku yang berada di wilayah Mepago.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Kepala Taman Nasional Lorentz Anis Acha Sakoy, kedekatan New Guinea singing dog dengan beberapa suku di Papua membuatnya di anggap sebagai salah satu hewan sakral dan harus tetap dijaga.

Artikel ini sebelumnya sudah diterbitkan di Kompas.com : https://regional.kompas.com/read/2020/07/29/05400081/5-fakta-anjing-bernyanyi-papua-yang-viral-dari-hampir-punah-hingga-tak-bisa?page=all