Airlangga Harap Forum Rusia-ASEAN Untuk Stabilitas Keamanan

TOTHEPOINT –Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto berharap kerja sama Partai Rusia Bersatu dan partai politik dari negara-negara ASEAN dalam forum Rusia-ASEAN berkontribusi untuk stabilitas keamanan dan kemakmuran.

“Suatu kehormatan bagi kami dapat bertemu di acara ini yang berdampak pada hubungan negara dalam memperkuat kerja sama bilateral dan multilateral,” ucap Airlangga dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Hal itu disampaikan Airlangga dalam pertemuan virtual dengan tema “Peran Kekuatan Politik Yang Bertanggung Jawab Rusia dan Negara-negara ASEAN dalam Memperkuat Arsitektur Keamanan dan Kerjasama di Kawasan Asia-Pasifik” sekaligus memperingati 25 tahun hubungan Rusia dan ASEAN.

Forum itu membuka dialog dalam menyelesaikan masalah global dan regional serta membuka kesempatan kerja sama ekonomi dalam segala bidang. Selain itu, juga kerja sama penanganan pandemik dan memastikan double track diplomacy berjalan dari sisi parpol.

Kerja sama Partai Rusia Bersatu dengan negara-negara ASEAN ini juga memperkuat strategi keamanan di kawasan regional Asia Pasifik. Kerja sama tersebut utamanya dilakukan antara Golkar dengan United Russia Party (Partai Rusia Bersatu).

Selain itu pertemuan ini juga merupakan bagian dari dialog ASEAN-Rusia yang telah berlangsung sejak 1996. Pertemuan antara partai politik ASEAN dan Partai Rusia Bersatu ini akan menjadi bagian dari hubungan bilateral antara negara-negara ASEAN di mana partai politik akan lebih efektif dalam melaksanakan kerja sama regulasi.

Airlangga Hartarto menyatakan Indonesia memiliki hubungan erat dengan beberapa negara ASEAN yang tergabung dalam forum ini sebagai satu komunitas regional. Termasuk kerja sama di bidang perdagangan dan diplomasi politik yang sangat erat.

Ia juga menyatakan hubungan bilateral Indonesia-Rusia memiliki nilai strategis. Rusia adalah salah satu kekuatan dunia yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan pembangunan ekonomi.

Kerja sama Indonesia-Rusia yang terjalin lama mampu mendukung stabilitas ekonomi kedua negara.

“Untuk itu, perluasan kerja sama melalui forum multilateral sangat diperlukan agar dapat mendukung stabilitas ekonomi negara-negara kawasan yang berdampak pada Indonesia dan kawasan sekitarnya,” ujar Airlangga.

Untuk mewujudkan kemudahan berinvestasi di Indonesia, pemerintah telah membuat peraturan Omnibus Law, UU Cipta Kerja.