5 Suku Terunik Di Papua

Tothepoint.id, Papua – Papua adalah daerah dengan pengsahil budaya dan tradisi yang banyak. Tidak heran jika masih banyak ditemukan orang-orang yang masih memegang teguh ajaran leluhurnya. Sebut saja ada 255 suku di Papua, setiap suku memilki bahasa asli masing-masing. Begitulah kekayaan Papua. Nah, dari sekian banyak suku Papua, berikut 5 suku yang terunik.

Suku Asmat

Suku sudah sering terdengar di kancah nasional. Suku ini adalah suku terbesar di Papua. Suku ini terkenal karena banyak hal yang unik dari suku ini. Seperti hasil ukiran kayu mereka yang sangat unik. Bagi mereka seni mengukir adalah medium untuk mengenang nenek moyangnya.

Hingga seni ukir ini pun bisa ditemukan ketika mereka melakukan upacara/ritual adat. Selain mengukir, Suku Asmat juga pandai menari, nama tariannya adalah tarian Tobe. Tarian menyambut orang-orang yang bertamu ke Suku Asmat.

Suku Dani

Selanjutnya yang tak kalah populer adalah Suku Dani. Suku ini mendiami daerah pegunungan Papua. Hampir seluruh daerah pegunungan di Kabupaten Jayapura ditempati orang-orang Suku Dani. Nama rumah adat mereka adalah Honai, rumah yang berbentuk kerucut dan terdiri 2 lantai. Rumah Adat ini terbuat dari kayu, jerami, dan ilalang.

Suku ini memliki tradisi bernama Iki Palek, mengamputasi jari sebagai bukti dari kasih sayang dan ungkapan rasa kehilangan. Contohnya, ketika seseorang dari keluarganya meninggal maka mereka akan memotong 1 buah jarinya sebagai ungkapan sayang dikarenakan telah hilang salah satu anggota keluarganya.

Suku Korowai

Suku ini tinggal di atas pohon, mereka membangun rumah pohon. Ketinggian dari rumah pohonnya bisa mencapai 50 meter. Tujuan mereka membangun rumah pohon agar terhindar dari jangkauan binatang buas.

Suku ini mendiami daerah Kalibar, Kabupaten Mappi, Papua. Menariknya anggota suku ini tidak mengetahui hingga tahun 1970 bahwa ada manusia lain selain dari kelompok mereka. Anggota suku ini menganggap bahwa kelompok merekalah satu-satunya yang tersisa di dunia ini. Populasi suku ini diperkirakan mencapai 3000 orang.

Suku Muyu

Suku ini mendiami sebuah sungai yang memilki nama yang sama dengan sukunya, Sungai Muyu. Sungai ini terletak di sebelah timur Laut Merauke. Bahasa yang mereka gunakan adalah bahasa muyu. Terkadang orang-orang muyu ini menyebut diri mereka dengan “Kati” artinya manusia sesungguhnya. Walau tinggal di pedalaman, mereka hidup dengan cara mereka sendiri, memilki mata sendiri yaitu kulit kerang (ot) dan gigi anjing (mindit).

Dalam jual belinya mereka menerapkan barter (saling tukar) dan ini masih berlanjut hingga sekarang. Ciri ini masih dimiliki oleh orang-orang Muyu sampai saat ini. Suku Muyu dianggap sebagai suku pedalaman yang paling pintar.

Suku Amungme

Terakhir adalah suku yang bisa dikatakan adalah salah satu suku tertua di Papua. Orang-orang Amungme memilki kaitan erat dengan gunung dan pegunungan. Bagi mereka itu adalah tempat suci yang harus dijaga. Menurut cerita mereka dulunya pernah bermukim di wilayah tambang Freeport sekarang.

Meraka menyebut daerah Freeport itu dengan sebutan “Nemang Kawi”. Arti dari sebutan itu adalah “Panah yang suci”. Wilayah tempat Suku Amungme tinggal disebut dengan Amungsa. Suku Amungme juga memiliki sebuah kebudayaan yang unik, mulai dari corak bahasa sampai ragam kesenian mereka hasilkan sendiri.

https://kumparan.com/kumparantravel/5-suku-terunik-di-papua-tinggal-di-rumah-pohon-hingga-punya-tradisi-potong-jari-1ttj1juFeop/full