3 Fakta Penangkapan DPO Terduga Teroris Jakarta

TOTHEPOINT-Daftar Pencarian Orang (DPO) terduga teroris Jakarta berhasil ditangkap polisi pada Kamis, 6 Mei 2021. Penangkapan dilakukan di Desa Cinerang, Kecamatan Purabaya, Sukabumi, Jawa Barat.

Menurut Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan, penangkapan terduga teroris berinisial YI itu benar adanya.

“Ada penangkapan DPO oleh Satgas wilayah DKI Jakarta atas nama YI,” tutur Ahmad saat dikonfirmasi terkait operasi tersebut, Kamis, 6 Mei 2021.

Dijelaskan Ahmad, YI berperan sebagai perencana dan pembuat bom yang ditemukan di kediaman terduga teroris HH di wilayah Condet, Jakarta Timur.

“Terus ikut dalam percobaan bom di Ciampea Bogor. Terus mengetahui pembelian remot dan aseton,” kata Ahmad.(*)


1. Masuk DPO, Ditangkap di Sukabumi

Polisi menangkap salah seorang terduga teroris Jakarta yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buron. Terduga teroris berinisial YI itu ditangkap di Desa Cinerang, Kecamatan Purabaya, Sukabumi.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan membenarkan penangkapan tersebut. Terduga teroris YI ditangkap hari ini, Kamis, 6 Mei 2021.

“Ada penangkapan DPO oleh Satgas wilayah DKI Jakarta atas nama YI,” tutur Ahmad saat dikonfirmasi terkait operasi tersebut, Kamis, 6 Mei 2021.3 dari 6 halaman

2. Miliki Peran sebagai Perencana dan Pembuat Bom

Menurut Ahmad, YI berperan sebagai perencana dan pembuat bom yang ditemukan di kediaman terduga teroris HH di wilayah Condet, Jakarta Timur.

“Terus ikut dalam percobaan bom di Ciampea Bogor. Terus mengetahui pembelian remot dan aseton,” kata dia.4 dari 6 halaman

3. Dibawa ke Polda Metro Jaya

PerbesarTim Gegana mengamankan barang bukti dari penggerebekan rumah milik terduga teroris di kawasan Condet, Jakarta, Senin (29/3/2021). Barbuk antara lain 5 bom aktif dan jenis bom sumbu yang siap digunakan, 5 toples bahan peledak serta bom yang siap digunakan seberat 1,5 kg. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Terduga teroris YI kini dibawa dan diamankan di Polda Metro Jaya, Jakarta. Belum banyak keterangan yang dapat disampaikan kepolisian terkait operasi ini.

“Dibawa ke Polda Metro Jaya untuk diinterogasi,” Ahmad menandaskan.(*)