11 Terduga Teroris JAD di Merauke Menyamar Jadi Pekerja, dari Tukang hingga Buruh

TOTHEPOINT – Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri menegaskan bahwa 11 orang terduga teroris yang ditangkap di Merauke terindikasi masuk dalam jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Mereka menyamar dan beraktivitas sebagai pekerja di berbagai sektor selama berada di Merauke.

“Profesi mereka ada yang jadi buruh, ada yang jadi tukang, kebanyakan mereka terlibat kegiatan keagamaan,” kata Kapolda Papua Irjen Fakhiri di Jayapura, Minggu malam.

Para terduga teroris itu sebelumnya ditangkap terkait kasus bom bunuh diri di gereja katedral Makassar beberapa waktu lalu.

“Kesepuluh (bertambah menjadi 11) teroris itu diamankan sejak Jumat (28/5/2021) dan dijadwalkan Rabu (2/6/2021) diterbangkan ke Jayapura,” kata Fakhiri, seperti dilansir Antara.

Para terduga teroris itu adalah AK, SB, ZR, UAT, DS, SD, WS, YK, AP, dan IK. Dua di antaranya adalah pasangan suami istri, yakni AP dan IK (perempuan).

Matius Fakhiri mengatakan, mereka sudah beberapa tahun tinggal di Merauke, lalu berpindah ke Makassar untuk melancarkan aksi teror dan kini kembali ke Merauke.

“Yang bersangkutan sebelumnya ada di Merauke, setelah itu dia kembali ke Makassar dan melakukan kegiatan bom bunuh diri,” kata dia.

Hendak bom gereja lagi

Usai aksi di Makassar, para terduga teroris ini diduga akan melakukan bom bunuh diri di sejumlah gereja di Merauke.

“Saat diamankan, Densus 88 juga mengamankan berbagai barang bukti, seperti aneka senjata tajam dan senjata api,” kata Fakhiri.

Polisi masih terus mendalami penangkap terduga teroris ini karena ada laporan kelompok tersebut sudah membaiat anggota baru.

“Kita tunggu hasil penyelidikan yang dilakukan Densus 88,” kata Kapolda.

Pernah gagal dalam beraksi

Fakhiri menyebutkan, kelompok ini pernah melakukan aksi teror di Merauke pada 2019, tetapi bom tidak meledak.

“Teman-teman dari Densus terus memonitor kelompok ini dan sudah cukup lama mengendus kegiatan kelompok ini di Merauke sehingga minggu lalu diputuskan kita melakukan penangkapan beberapa orang yang terkait dengan kasus teror di Makassar,” kata dia.

“Dari informasi awal mereka memang pernah melakukan aksi, tapi gagal sehingga termonitor oleh kita,” sambung Fakhiri.(*)